NO AUDIENCE

NO AUDIENCE

  • WpView
    Reads 4,815
  • WpVote
    Votes 824
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 24, 2026
WpInfo
Fanfic
Naruto
In a marriage this perfect, no one can hear you scream. Hinata Hyuga, aktris puncak yang muak dengan sorotan kamera, merancang jalan keluar paling sempurna. Menikahi Sasuke Uchiha adalah tiket untuk pensiun dini dan hidup dalam kemewahan abadi. Sebuah akhir bahagia yang ia rancang sendiri. Awalnya, segalanya berjalan manis sesuai yang diharapkan. Hingga suatu hari, satu fakta gelap terkuak, menggoyang fondasi ambisinya akan kehidupan sempurna itu. Hinata pun menyadari, ia tak pernah benar-benar pensiun dari dunia akting. Panggung terakhirnya adalah pernikahan. Lawan mainnya adalah suaminya sendiri. Dan skripnya adalah tipu daya yang menjadi sandaran hidupnya. Dan ironi terbesarnya adalah, kini ia harus berakting tanpa penonton. Tak ada tepuk tangan, tak ada sorak, tak ada penghargaan. Hanya ada suaminya, Sang Sutradara sekaligus Penonton Tunggal di dalam panggung yang diciptakan untuk memerangkap Sang Bintang. [A SASUHINA FANFICTION] - DARK ROMANCE • • Pict from Pinterest Edited by Canva
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • Given || Ju Jihoon
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • I Want to Live [END]
  • Second
  • The King & The Doctor ✓
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines