Di tengah ramainya panggung seni dan sunyinya rak-rak buku, takdir mempertemukan dua insan dari dunia yang sama sekali berbeda, Yayan Satya Wibisana adalah sosok yang hidup di antara cahaya lampu pagelaran Sunda. Ramah, terbuka, dan dikenal luas karena kecintaannya pada seni serta pemahamannya yang mendalam tentang ilmu non akademis. Hidupnya penuh suara, tawa, dan pertemuan. Baginya, berbagi adalah cara paling sederhana untuk memaknai hidup, Sebaliknya, Dewi Ayu Prameswari memilih dunia yang tenang. Ia tak mengenal seni, tak akrab dengan panggung, dan lebih nyaman tenggelam dalam buku-buku serta pencapaian akademis. Cerdas, pendiam, dan terbiasa menyimpan perasaan sendiri, Dewi percaya bahwa hidup harus dijalani dengan kehati-hatian dan usaha yang sungguh-sungguh.
Pertemuan mereka bukanlah kisah cinta yang langsung meyakinkan. Ada jarak, perbedaan, dan mitos lama tentang suku yang diam-diam membayangi. Namun dari percakapan sederhana dan proses saling memahami, tumbuh rasa yang tak bisa dihindari, Di Balik Riuh dan Sunyi adalah kisah tentang cinta yang lahir dari perbedaan, tentang dua hati yang belajar menurunkan ego, dan tentang keberanian melawan batas yang diciptakan manusia. Sebuah cerita yang mengajak kita percaya bahwa jika Tuhan telah berkehendak, tak ada latar belakang yang benar-benar mampu memisahkan dua insan yang ditakdirkan untuk berjalan bersama.
ᮞᮨᮔᮤ ᮙᮨᮛᮚᮥ ᮒᮥᮠᮔ᮪
-
ꦱꦼꦤꦶꦩꦼꦫꦪꦸꦠꦸꦲꦤ꧀
Tutti i diritti riservati