Kita Cuma Sahabat Katanya
Sejak semester satu, Naya dan Raka sudah terbiasa duduk di bangku yang sama. Sekelas terus, satu organisasi, satu himpunan, dan tanpa sadar-satu dunia.
Mereka sahabatan terlalu dekat untuk dibilang biasa, tapi terlalu nyaman untuk dibilang cinta.
Semua orang di kampus tahu,
Kalau cari Raka, tanya Naya.
Kalau Naya nggak ada, berarti lagi bareng Raka.
Sampai suatu hari, Naya sadar.
Nyamannya kebablasan.
Tertawanya terlalu berarti.
Dan Raka... bukan lagi sekadar sahabat.
Naya memilih diam. Karena jatuh cinta ke sahabat sendiri adalah risiko yang terlalu mahal.
Apalagi saat Raka ternyata menyukai Sasha-teman Naya sendiri.
Naya menjauh.
Raka kehilangan.
Dan perasaan yang selama ini disangkal, akhirnya menuntut kejujuran.
Karena mungkin...
yang paling lama ada,
adalah yang paling susah disadari.