Ruang Tanpa Gema [ BBB Gempa ]

Ruang Tanpa Gema [ BBB Gempa ]

  • WpView
    Reads 4,612
  • WpVote
    Votes 622
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 5, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Ia berserta keluarganya tidak pernah menyadari bahwa anak bungsu mereka merupakan seorang tunarungu. Ia baru sadar di saat usianya beranjak enam tahun. Selama ini, dunianya sunyi. Hanya hening yang menemaninya setiap hari. Tapi saat ia memakai alat kecil itu, semuanya berubah. Tubuhnya lelah, hatinya juga. Namun untuk pertama kalinya sejak ia lahir. Ia mendengar sesuatu. "Ini kakak." "Kamu aman sama kakak." Itu suara pertama yang ia dengar sejak lama. Terima kasih, Kak Alin. Terima kasih juga Kak Liam. Aku, Eva..adik bungsu kalian, suatu saat nanti, aku akan sembuh. Mungkin...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mas Bupati
  • A Matchmaker's Quest [END]
  • Under The Authority Of Senopati
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+] END
  • Night Calls
  • Círculo del Destino
  • Clause of Us
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Nala dan Mas Juragan

[WAJIB FOLLOW SEBELUM BACA!] "Aku mau kita sendiri-sendiri dulu, dua tahun ini." Devinka Calista menatap wajah rupawan di hadapan nya yang terlanjur tenang. "Kamu sudah memikirkan nya?" Atharya Bagaspati tidak mengalihkan wajah nya dari paras cantik milik sang istri. "Ya, ini yang terbaik." "Baik, kamu bebas menjalani hidup dua tahun ke depan." Tatapan dingin nya menghujam manik Devinka. "Terima kasih." Sampai berjumpa dua tahun lagi, Mas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines