We Didn't Mean To Meet

We Didn't Mean To Meet

  • WpView
    Leituras 40
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, jan 3, 2026
Seorang pria berusia 26 tahun, pulang sejenak dari hidupnya yang monoton di Jepang, menghabiskan liburan musim dingin di Seoul tanpa rencana apa pun selain berjalan dan mengamati. Ia tidak mencari apa pun-tidak orang, tidak cerita, tidak kemungkinan. Di sisi lain kota, seorang idol yang hidup di bawah jadwal, pengawasan, dan jarak, hanya ingin melewati hari tanpa menjadi pusat perhatian. Ia terbiasa dilihat, tapi jarang benar-benar ditemui sebagai manusia biasa. Pertemuan mereka tidak direncanakan. Tidak romantis. Tidak penting...setidaknya pada awalnya. Tidak ada takdir besar, tidak ada pengejaran, tidak ada janji. Hanya percakapan singkat, jarak yang dijaga, dan dua dunia yang sesekali beririsan tanpa niat. We Didn't Mean to Meet adalah cerita tentang pertemuan yang tidak dicari, hubungan yang tidak dipaksakan, dan pilihan untuk tetap menjadi diri sendiri,bahkan ketika hidup menawarkan kemungkinan yang rumit. Bukan tentang siapa yang paling berani mendekat. Tapi tentang siapa yang cukup dewasa untuk tahu kapan harus melangkah... dan kapan harus diam.
Todos os Direitos Reservados
#181
kdrama
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo