Echoes of Yesterday

Echoes of Yesterday

  • WpView
    Membaca 14,491
  • WpVote
    Vote 1,984
  • WpPart
    Bab 36
WpMetadataReadLengkap Min, Jan 4, 2026
Ketika masa lalu yang kau kira sudah terkubur, tiba-tiba berdiri di hadapanmu dengan senyum yang sama, dan anak berusia lima tahun di sampingnya. Naureen mengira dia sudah move on. Mengira luka itu sudah sembuh. Hingga takdir mempertemukannya kembali dengan Farzan-mantan kekasih yang pergi dengan alasan kuliah, tapi ternyata menikah dengan wanita lain. Lima tahun berlalu. Tapi rasa sakit itu? Masih sama pedasnya. Sebuah cerita tentang cinta yang tertunda, kebenaran yang terlambat, dan hati yang belajar untuk merelakan atau mungkin, berjuang kembali.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#253
asmaragenz
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Xeraphyne Choice's
  • NAMI'S LOVE
  • "Sparks Between Silence"
  • High School Chaos
  • Selasar Kelam
  • I Fell First, You Fell Later
  • HIDDEN FEELING
  • Elegance in Leadership
  • Loving You
  • Destiny (ON HOLD)

Isabella Xeraphyne Borghese adalah definisi kesempurnaan. Sebagai putri tunggal pewaris Borghese Real Estate & Art's, hidupnya di Starluxe Academy tampak tak bercela-hingga sebuah wasiat kuno datang mengusik. Isabella dipaksa bertunangan dengan Fattah Wilden Cavendish, murid pindahan baru yang dingin sekaligus pewaris firma hukum ternama. Namun, cinta bukan perkara tanda tangan di atas kertas. Fattah datang membawa bayang-bayang Elena, wanita yang selama ini ia cintai dalam diam. Di sisi lain, Adrian-pria yang terobsesi memiliki Isabella-tidak akan membiarkan siapa pun merebut takhtanya di hati Isabella. Saat benih cinta mulai tumbuh di antara Isabella dan Fattah, sebuah skandal besar meledak. Fitnah keji yang dirancang oleh Adrian dengan bantuan Elena mengancam menghancurkan reputasi mereka berdua. Di tengah badai pengorbanan dan air mata, Isabella harus memilih: menyerah pada takdir yang diatur, atau memperjuangkan kebenarannya sendiri? "Antara Wasiat, Obsesi, dan Pilihan Hati.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan