"Lu dapet berapa goblok ?" tanya Bagas mengawali pembicaraan.
"Dua, lu berapa gas ?" jawab Leo dengan desahan nafas panjang.
"Tiga" Bagas menjawab ogah-ogahan karena jumlahnya lebih banyak.
Di sisi lain, Karin yang juga dapat tiga memilih diam karena jelas dirinya dan Leo yang paling buruk. Tapi perempuan itu sadar ada orang lain yang juga diam. Kezia.
"Lu diem aja ya, dapet dikit ya ?" tanya Karin pelan.
Kezia menarik senyum hingga matanya hilang. "Satu..."
Mereka bertiga bersorak di ruangan sempit dan kecil yang mereka miliki. "Wahhhh"
"Satu halaman, satu goblok hehe," sambung perempuan itu tanpa beban.
Empat Trainee Associate. Satu departemen, satu ruangan pula. Mereka bertarung di masa tiga bulan probation di firma hukum paling prestisius di Jakarta. Masalahnya yang bisa dapat posisi tetap jadi Junior Associate hanyalah dua orang.
Ada Bagas, si lempeng Leo, si bawel dan anak gym, Karin, si Galak dan Kezia, si YOLO dan clumsy. Walaupun berbeda-beda dari segi skill dan kepribadian, ada satu hal yang mereka harus lewati setiap hari: si Partner yang selalu punya kesempatan untuk berteriak "GOBLOK!".
Cerita ini akan fokus ke keseharian mereka dan perjuangan mereka untuk mendapatkan posisi tetap itu, dan mungkin cerita cinta dikit kali ya ?
Wszelkie Prawa Zastrzeżone