Kebahagiaan yang datang terlambat

Kebahagiaan yang datang terlambat

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 17, 2026
𝐊𝐞𝐢𝐳𝐚𝐤𝐢 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐫𝐢𝐚 𝐦𝐮𝐝𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐤𝐞𝐠𝐞𝐥𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐥𝐮𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐧𝐲𝐚, 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐬𝐞𝐧𝐬𝐚𝐫𝐚 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚 𝟓 𝐭𝐚𝐡𝐮𝐧 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢 𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫 𝐢𝐚 𝐝𝐢 𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐤𝐞𝐥𝐮𝐚𝐫𝐠. 𝐤𝐞𝐢𝐳𝐚𝐤𝐢 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐝𝐢 𝐩𝐚𝐧𝐭𝐢 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚 𝟓 𝐭𝐚𝐡𝐮𝐧, 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐝𝐢 𝐩𝐚𝐧𝐭𝐢 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐢𝐥𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐲𝐠 𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐛𝐚𝐠𝐢 𝐳𝐚𝐤𝐢, 𝐝𝐢 𝐩𝐮𝐤𝐮𝐥, 𝐭𝐚𝐤 𝐝𝐢 𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐦𝐚𝐤𝐚𝐧, 𝐝𝐚𝐧 𝐝𝐢𝐚 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐬𝐚𝐬𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐤𝐞 𝐞𝐦𝐨𝐬𝐢𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐚𝐬𝐮𝐡𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐩𝐚𝐧𝐭𝐢 , 𝐳𝐚𝐤𝐢 𝐝𝐢 𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐤𝐞𝐥𝐮𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐮𝐦𝐮𝐫 𝐧𝐲𝐚 𝟏𝟖 𝐭𝐚𝐡𝐮𝐧 𝐢𝐚 𝐝𝐢 𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐩𝐚𝐬𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐲𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝐜𝐚𝐢𝐧𝐞 𝐝𝐚𝐧 𝐫𝐢𝐨𝐧, 𝐣𝐚𝐤𝐢 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐨𝐦𝐞𝐠𝐚 𝐁𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐍𝐚𝐬𝐢𝐩 𝐳𝐚𝐤𝐢 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭𝐧𝐲𝐚? #18+ #omegavers
All Rights Reserved
#50
krowboloni
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines