Aku hidup, tapi seolah hidup bukan milikku. Tubuhku bergerak , mataku membuka dunia,
dan aku beraktivitas seperti biasanya , tapi semua terasa seperti bayangan nyata tapi hampa.
Dokter berkata : "minum obatmu, atau kau akan kembali seperti dulu". Aku menelan pil itu dan
perlahan dunia menuddukkan diri. Rasa sakit, tangis dan tawa lenyap begitu saja dan yang
tersisa hanya kekosongan.
Sekarang aku hanya berdiri di tepi hidupku sendiri, menatap dunia yang berjalan , tapi bukan untukku. Nafas itu milikku, tapi rasa itu bukan. Aku hidup tanpa rasa dan rasa itu adalah rumah yang telah hilang.
Todos os Direitos Reservados