CRUEL DEVOTION

CRUEL DEVOTION

  • WpView
    Reads 449
  • WpVote
    Votes 125
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 8, 2026
Pengabdian penuh cinta yang justru melukai diri sendiri. . Cinta seharusnya menjadi tempat pulang, bukan ruang penghakiman. Namun bagiku, cinta lahir bersamaan dengan luka, dibungkus rapi dalam nama keluarga, diserahkan sebagai kewajiban, bukan pilihan. Aku tumbuh dengan keyakinan bahwa mengalah adalah bentuk paling suci dari kasih, dan diam adalah cara paling aman untuk tetap dicintai. Mereka menyebutnya pengorbanan. Aku menyebutnya kehilangan diri. Setiap ketidakadilan selalu punya alasan yang terdengar mulia, setiap keberpihakan selalu dibungkus kalimat "demi kebaikan bersama." Aku belajar mencintai tanpa pernah benar-benar dipilih, setia tanpa pernah diperjuangkan. Dan anehnya, aku tetap bertahan, seolah rasa sakit adalah harga yang pantas dibayar untuk sebuah pengakuan yang tak pernah datang. Cinta yang kupeluk terlalu erat berubah menjadi belenggu. Kesetiaan yang kupertahankan menjelma pisau bermata dua: melukai mereka yang kuharapkan, dan lebih kejam lagi-melukai diriku sendiri. Di sanalah aku menyadari, pengabdian yang dipaksakan tak pernah suci. Ia kejam karena menuntut segalanya, tapi tak memberi apa pun selain harapan palsu. Kini aku berdiri di batas yang tak pernah diajarkan padaku: memilih diri sendiri. Dan jika cinta harus menuntut balasan atas semua yang direnggut, maka biarlah dunia menyebutnya dendam. Aku menyebutnya keadilan. Sierra Thana Melantha.
All Rights Reserved
#816
balasdendam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prahara Lamaran [END]
  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Stand by Me
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Kembang Desa

Giana sudah bekerja di perusahaannya sekarang selama 4 tahun dan dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menantang dirinya dengan bergabung ke perusahaan baru. Ia akhirnya mengajukan cuti untuk melakukan wawancara secara diam-diam. Tapi pekerjaannya semakin menggila dan tiba-tiba Giana dapat merasakan perubahan sikap dari atasannya, Arvin. Padahal dia hanya ingin menjalankan hari dengan tenang seperti biasanya untuk mempersiapkan diri menyelesaikan lamaran di tempat barunya itu. Iya, lamaran. Lamaran kerjaan kan? Tapi kenapa satu kantornya malah salah menyimpulkan jadi lamaran yang lain sih? Highest Ranking #1 out of 3.12K Metropop 07/01/2026 #1 out of 25.6K Chicklit 11/01/2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines