PERSONAL ASSISTANT

PERSONAL ASSISTANT

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 1, 2026
Hans si anak berandal yang hobinya keluyuran, yang sementara harus di awasi sama asisten ayahnya karena ada pertemuan bisnis untuk beberapa minggu. Bikin Hans selalu gagal buat nongkrong dan lain sebagainya karena di tahan sama asisten ayahnya itu. ⚠️LAPAK HOMO HARAP BIJAK UNTUK MEMBACA⚠️
All Rights Reserved
#695
brondong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INTROVERT ITU PACARKU  [Seni Memahami Caka] || [TAMAT]
  • KELUARGA ATMODJO
  • TRANSMIGRASI SI PENIKMAT GOSIP (BL)
  • Yang Mereka Panggil Si Cuek
  • Boys In The Kost
  • CINTAKU NYANGKUT KE JURAGAN EMPANG (BXB)
  • Oneshot XingQiu/Qiu Harem

[SUDAH TERBIT EBOOK DI GOOGLE PLAY DAN PLAYBOOK] Masa kuliah Lima yang B aja berubah saat dia kena angin antah berantah hingga membuatnya merhatiin Caka terus-terusan. Cowok pendiam-teman sekelas yang selama ini bahkan nggak masuk daftar cameo dalam hidupnya. Nggak cukup disana. Semesta yang kadang kidding malah memperkenalkan mereka di ruang komputer gara-gara donat sialan yang bikin Lima kelabakan kayak ayam mau bertelur sembilan. Ganteng? Baik? Atau karena glowing paripurna sampai ada grup kampus buat penelitian kulit Caka? Enggak! Lima nggak mikirin semua itu waktu pertama kali berhadapan dengan Caka sedekat itu. Justru manik leher Caka yang membuatnya ternganga lupa kalau cowok itu bukan siapa-siapa. Anehnya, sejak kejadian ruang komputer itu, kebetulan-kebetulan lain muncul seperti semesta merestui interaksi kecil mereka. Sampai puncaknya, gara-gara mulut lemes Sora, lidah Lima malah kepleset ngajakin Caka pacaran. Nggak ada briefing. Nggak ada persiapan. Semuanya serba tiba-tiba kayak tahu bulat di goreng dadakan. Awalnya pesimis, cowok itu bakal nolak dia dilihat dari kepribadiannya dalam kelas. Tapi nyatanya Caka bilang 'Ya'. Dan dari satu kata 'ya' itu, hubungan seorang Lima yang cerewet, neting-an dan posesif dengan Caka yang kalem, lempeng, lurus-lurus aja, dimulai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines