Seragam, Doa dan Tiga nama

Seragam, Doa dan Tiga nama

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 31, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Mereka memulai semuanya dari sebuah kost kecil yang terlalu berisik untuk disebut tempat istirahat. Khansa, Naila, dan Citra-tiga perempuan dengan sifat, keyakinan, dan cara bertahan yang berbeda-tak pernah menyangka bahwa candaan receh, mie instan tengah malam, dan pertengkaran kecil akan membawa mereka pada satu keputusan besar: mengenakan seragam yang sama. Namun, mimpi tidak selalu berakhir utuh. Di antara doa yang dipanjatkan, sumpah yang diucapkan, dan medan tugas yang memisahkan, mereka belajar bahwa keberanian bukan hanya soal bertahan-tetapi juga tentang merelakan. Karena tidak semua yang berangkat... akan kembali bersama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines