Udara pagi di Seoul terasa menusuk tulang, namun Jennie sudah harus berlutut di lantai marmer dingin kediaman keluarga Kim yang megah. Sebagai asisten rumah tangga, tugasnya dimulai sebelum matahari terbit. "Mommy! Di mana kaos kaki olahragaku?!" suara melengking Lisa (15) memecah keheningan apartemen kecil mereka yang terletak di basement bangunan kumuh tak jauh dari mansion tempat Jennie bekerja. Jennie segera berdiri, mengusap peluh di dahinya dengan punggung tangan. "Sudah Mommy siapkan di atas tasmu, sayang. Ayo sarapan dulu, Mommy sudah buatkan nasi goreng telur." Lisa muncul dengan wajah cemberut. Ia melihat piring di meja kayu yang sudah retak. "Nasi goreng lagi? Aku malu, Mommy. Teman-temanku di sekolah membicarakan bau minyak di seragamku. Kenapa Mommy tidak bekerja di kantor saja seperti ibu yang lain?" Jennie tertunduk, meremas celemeknya yang kusam. "Maafkan Mommy, Lisa. Hanya ini yang bisa Mommy lakukan agar kamu tetap bisa sekolah di tempat yang bagus." "Sekolah bagus tapi aku tetap anak pembantu!" bentak Lisa sebelum menyambar tasnya dan pergi tanpa menyentuh makanan buatan ibunya. E-BOOK AVAILABLE
More details