Katanya, waktu tidak bisa diputar ulang dan gelas yang pecah tak mungkin kembali utuh. Namun bagi Arkatama, hukum alam itu tak lagi berlaku.
Arkatama Rajendra hanyalah siswa SMK biasa yang berjuang menyambung hidup sendirian. Demi melunasi tagihan yang menumpuk, ia menerima pekerjaan dari klien anonim yang mengirimkan sebuah paket misterius berlabel "Integration Key". Tanpa curiga, ia membukanya.
Detik itu juga, hidupnya berubah. Benda di dalam paket itu bukan emas atau permata, melainkan mimpi buruk yang meresap ke dalam nadinya dengan rasa dingin yang membekukan tulang.
Ketika terbangun, Arkatama mendapati dunia di matanya telah berbeda. Ia tidak lagi melihat kehancuran sebagai akhir. Di atas meja yang hangus, ia melihat bayangan meja yang utuh. Di tubuh orang yang sakit, ia melihat bayangan raga yang sehat sempurna.
Hanya dengan satu sentuhan, Arkatama bisa memulihkan"apa pun kembali ke kondisi semula. Luka menutup dalam sekejap, besi bengkok kembali lurus, dan penyakit lenyap tanpa bekas.
Ia mengira ini adalah anugerah. Luka parah menutup tanpa bekas, benda hancur kembali utuh seolah tidak pernah tersentuh bencana. Namun, kemudahan itu justru melahirkan ketakutan baru di benak Arkatama. Kekuatan ini bekerja terlalu sunyi dan terlalu sempurna untuk disebut mukjizat. Ia mulai bertanya-tanya: apakah ia benar-benar memperbaiki keadaan, atau ia sedang melanggar aturan alam yang seharusnya tidak boleh diganggu?
Dunia ini sedang sakit, dan Arkatama baru saja dipaksa menjadi satu-satunya obat.