MAHKOTA KACA DAN SUMPAH DARAH

MAHKOTA KACA DAN SUMPAH DARAH

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 30, 2025
🩸 Di dunia di mana darahmu menentukan takdirmu, cinta adalah kejahatan terburuk. Elara tidak pernah meminta dilahirkan dengan darah perak. Darah terlarang yang membuatnya menjadi buangan di kerajaannya sendiri. Sebagai pencuri jalanan yang bersembunyi di bayang-bayang Kota Bawah, ia telah belajar satu hal: bertahan hidup adalah satu-satunya yang penting. Sampai malam ketika ia mencuri artefak terlarang dari istana. Sampai malam ketika ia bertemu Pangeran Kaelen pria yang seharusnya ia benci, pria yang seharusnya ia bunuh. Kaelen adalah penguasa dingin yang dikutuk oleh sihir gelap, yang kerajaannya perlahan mati bersama jiwanya. Ia tidak pernah percaya pada takdir, sampai seorang gadis berdarah kaca menerobos pertahanannya bukan hanya dinding istana, tapi juga dinding di sekitar hatinya yang beku. Ketika pemberontak memaksa Elara menyamar sebagai bangsawan dalam kompetisi pemilihan calon ratu, misinya sederhana: mendekati pangeran, dapatkan kepercayaannya, lalu bunuh dia. Tapi bagaimana kau membunuh seseorang yang menatapmu seolah kau adalah satu-satunya hal yang bisa menyelamatkannya? Bagaimana kau membenci seseorang yang rasa sakitnya sama dalamnya dengan milikmu?
All Rights Reserved
#574
pangeran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines