SSolace: As If You Had Ever Been There

SSolace: As If You Had Ever Been There

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 18, 2026
Yuri tidak pernah membayangkan pernikahan sebagai puncak kebahagiaan. Baginya, itu hanyalah sebuah perubahan status, khususnya pergantian nama. Ketika ia menerima tawaran menikah dari Ian Elysander, ia tidak melakukannya karena cinta, melainkan karena diam-diam ia membutuhkan jalan keluar yang rapi. Ian sendiri hidup dengan jadwal yang terlalu teratur untuk disebut normal. Ia tahu kapan harus datang, kapan harus pergi, dan apa yang tidak boleh ia katakan. Pernikahan baginya bukan janji romantis, melainkan keputusan yang dapat diatur, dikendalikan, dan diselesaikan. Yuri adalah bagian dari rencana yang ia susun sendiri-- satu-satunya yang tidak datang dari perintah siapa pun. Di balik nama baru dan kehidupan yang tampak tenang, ada masa lalu yang tidak sepenuhnya pergi. Bayangan seorang ayah yang terus membayang, identitas yang sengaja disembunyikan, dan kehidupan yang tidak pernah benar-benar menjadi miliknya. Pernikahan ini perlahan berubah dari pelarian menjadi ruang di mana keduanya dipaksa berhadapan dengan apa yang selama ini mereka hindari. Dua daksa yang terluka, berusaha saling menghangatkan di sela rapuh, memanjat satu sama lain untuk saling melarikan diri sembari mencoba menumbuhkan sesuatu yang mereka sebut surga di atas tanah yang bahkan sejak awal tak pernah benar-benar kokoh. SSolace-- As If You Have Ever Been There.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines