We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Aksara di Langit Florian

Aksara di Langit Florian

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 29, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Aksara Amanda (Manda) adalah mahasiswa Astronomi ITB yang lebih menghargai kesunyian daripada interaksi sosial. Baginya, observasi bintang adalah cara terbaik untuk menghindari keramaian dunia. Namun, ketenangannya terusik ketika ia bertemu dengan Florian van de Berg, mahasiswa pertukaran pelajar asal Belanda yang baru saja tiba di Bandung. Florian atau Ian adalah pribadi yang ramah, namun memiliki ketergantungan emosional yang tinggi terhadap orang yang ia percayai. Ia terbiasa dengan kedekatan fisik (physical touch), sesuatu yang sangat dihindari oleh Manda yang introvert. Di tengah dinginnya atmosfer Lembang, keduanya harus berhadapan dengan perbedaan karakter yang kontras. Ian yang tidak bisa jauh dari jangkauan Manda, dan Manda yang hanya bisa mengekspresikan perasaannya melalui kata-kata (words of affirmation). Ini adalah catatan tentang dua individu yang berusaha menemukan frekuensi yang sama di bawah langit yang sama.
All Rights Reserved
#196
campuslife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines