Story cover for Lost Spark by sourcesmiles
Lost Spark
  • WpView
    Reads 221,671
  • WpVote
    Votes 31,635
  • WpPart
    Parts 18
  • WpView
    Reads 221,671
  • WpVote
    Votes 31,635
  • WpPart
    Parts 18
Ongoing, First published Dec 29, 2025
Mature
3 new parts
Pernikahan yang terjalin selama lima tahun berakhir dengan satu kesimpulan paling sederhana. Nyala yang menaungi telah padam.

Erlangga Sadewa Hadipranoto percaya jika segalanya memang telah redup. Sementara bagi Kiara Raihanun Sastira, nyala yang menaungi tak lagi cukup.

Setidaknya itulah yang mereka yakini. Sama-sama percaya bahwa percikan itu telah hilang. Bahwa semuanya telah usai. Meredup. Padam. Pergi.

Yang tak mereka sadari, ada sesuatu yang tak pernah mereka bicarakan. Seumpama retak yang tak pernah diklarifikasi. 

Namun jika sebuah kesempatan datang dan kembali mempertemukan, akankah mereka berani kembali menempuh jalan untuk memperbaiki nyala yang mungkin tak pernah benar-benar padam?

Some sparks don't disappear.
They wait.
All Rights Reserved
Sign up to add Lost Spark to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Golden Hour cover
RUJUK cover
The Lines We Write cover
City Lights, Legal Fights cover
Ain't Cinderella in Glass cover
Open Arms  cover
How To Hate You cover
RESILIENCE cover
Somebody To You cover
A TASTE OF HOME cover

Golden Hour

28 parts Complete Mature

(COMPLETED) What is golden hour? The period of time just after sunrise or just before sunset when the light is infused with red and gold tones. Tepatnya, periode yang terjadi beberapa menit sebelum atau sesudah matahari terbit, sederhananya ketika bias cahaya merah langit yang tampak lebih hangat dengan corak emas memukau di atap langit yang luas. Tapi, golden hour bagi Keano Haidar adalah waktu di mana gelapnya malam memeluk seluruh asa dan mimpi. Di malam hari, ada banyak elemen langit yang seolah ikut menemani. Menatap bulan, menunggu bintang jatuh hingga duduk diam memandang kerlap-kerlip ribuan lampu dari jendela kantor, turut membuat malam hari lebih bermakna. Lalu tiba-tiba ia bertemu dengan seseorang yang secara perlahan ikut menambah makna berarti dari golden hour. "Orang gila mana yang zaman sekarang masih nungguin bintang jatuh? Jam segini tuh tidur, bukan malah berdiri di pinggir jalan kayak gini! Anak jalanan apa gimana?" Pertemuan pertama yang memancing emosi memang. Tapi, itu awal dari perjalanan mereka.