Rumusnya sederhana saja, yaitu jangan didebat, jangan dipancing, dan yang paling penting adalah jangan pernah jatuh hati. Sayangnya, Anindira Larasati tidak pernah suka dengan aturan yang sederhana. Ia justru lebih suka membuat Januar Dirgantara mengumpat pelan sambil menahan napas, setiap kali Anindira melancarkan aksi ajaibnya. Januar adalah sosok tembok es yang dibangun dengan presisi serta logika, namun Anindira datang layaknya palu godam yang digerakkan oleh emosi dan impulsivitas. Di balik setelan jas mahal dan sikap kaku yang dimiliki Januar, ada rahasia yang mulai terkikis oleh keberisikan istrinya. Satu orang hidup demi keteraturan, sementara yang satu lagi justru hidup untuk kekacauan.
More details