Manusia Batu !!!

Manusia Batu !!!

  • WpView
    Reads 495
  • WpVote
    Votes 149
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 22, 2026
Rika Alettha bukan tipe gadis kalem. Dia cerewet, keras kepala, dan tidak punya rasa malu-terutama kalau sudah jatuh hati. Masuk ke sekolah baru di tahun terakhir harusnya bikin stres. Tapi justru di sanalah ia bertemu Dhaviano November Agrasa. Pria dingin, irit bicara, dan kelihatan tidak tertarik pada siapa pun. Masalahnya? Rika justru menyukainya. Di sisi lain, ada Gala-teman masa kecilnya. Pria yang selalu memperlakukan Rika bak putri kecilnya sendiri. Terlalu perhatian, terlalu dekat, dan terlalu nyaman untuk sekadar disebut teman. Sementara Dhavin sibuk menghindar dan Rika masih sibuk mengejar. Dan Gala... memilih tetap di sisinya. Yang satu pura-pura nggak peduli, yang satu nggak tahu arti menyerah, dan satu lagi selalu ada tanpa diminta. Kalau cewek gila diapit manusia batu dan pangeran masa kecil, siapa yang bakal kalah duluan?
All Rights Reserved
#85
gala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines