Story cover for Pemuang [TERBIT✓] by mikesehyuna
Pemuang [TERBIT✓]
  • WpView
    Reads 196
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 15
  • WpView
    Reads 196
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 15
Ongoing, First published Dec 29, 2025
Jangan Plagiat!
Juara 1 di Event UKARA #1 BOOK OFFICE 

Tahun 1982. 
Di lereng gunung yang berkabut, Keluarga Rahayu tak pernah mengenal jatuh miskin. Rahasianya terkunci pada pundak seorang "Pemuang".

Sruti mengira utang keluarganya akan lunas dengan tugas tampak mudah. Dilarang tidur berbaring dan memanggul udara kosong setiap Maghrib tiba. Namun, ketika tulang belakangnya mulai berderak ngeri dan aroma tanah kuburan tercium dari tengkuk sendiri, Sruti menyadari satu hal, ia sedang menyerahkan nyawa.

Kekayaan Rahayu ternyata tidak lahir dari tanah, melainkan dari tulang para pelayan yang tak pernah boleh tegak berdiri.

Sebelum punggungnya benar-benar patah, Sruti harus memilih, melarikan diri atau berakhir menjadi nisan bagi rahasia paling busuk di rumah itu.

Siapa sebenarnya yang Sruti gendong di pundaknya?
All Rights Reserved
Sign up to add Pemuang [TERBIT✓] to your library and receive updates
or
#834urbanlegend
Content Guidelines
You may also like
horror comedy by fans_var2
25 parts Ongoing
Deskripsi Cerita Di saat kebanyakan orang menutup mata, berdoa, dan lari terbirit-birit tiap dengar kata "angker", dua bersaudara ini justru malah makin kepo. Gita (20) dan Christy (18)-kakak adik dengan pola pikir agak laen-hidup berdua sejak orang tua mereka meninggal saat Gita berumur 15 tahun. Hidup keras bikin mereka kebal sama banyak hal... termasuk rasa takut. Saat teman-teman mereka panik tiap dengar cerita hantu, Gita dan Christy malah santai, nanya detail, bahkan debat soal "logika penampakan". Dunia mistis bukan buat ditakuti bagi mereka, tapi... menarik. Sampai suatu malam, mereka tak sengaja melihat sebuah live streaming uji nyali-seseorang menjelajah bangunan terbengkalai yang katanya berhantu, penuh suara aneh, lorong gelap, dan penonton yang histeris di kolom komentar. Alih-alih merinding, mata Gita justru berbinar. Christy senyum-senyum sendiri. Tanpa sepatah kata pun, mereka saling bertatap. Senyum itu muncul bersamaan. Dan secara kompak, keluar satu kata yang sama: "Gasss." Sejak malam itu, hidup mereka berubah. Bangunan kosong, rumah sakit terbengkalai, sekolah tua, dan tempat-tempat yang katanya "jangan didatangi" justru jadi panggung konten mereka. Bukan cuma melawan rasa takut-karena mereka memang jarang punya itu-tapi juga melawan hal-hal tak kasat mata... dengan cara yang sama sekali gak normal. ⚠️ Disclaimer: Cerita ini penuh unsur horror-comedy, di mana momen menegangkan, berbahaya, bahkan situasi genting bisa berubah jadi kocak, absurd, dan di luar nalar. Jangan harap ketegangan murni-karena di sini, teror bisa kalah sama celetukan random dan kekompakan kakak-adik yang sama-sama "rusak".
You may also like
Slide 1 of 10
horror comedy cover
Salahkah Aku? cover
KAYAK PERNAH BEGINI cover
JUMAT KLIWON MIEKE cover
The Lost Memories [Telah Diterbitkan] cover
The Architect of Silence  cover
Abhipraya  cover
Money Or Somebody [Remake] cover
The Chained Savior [COMPLETE] cover
Retorika Rasa cover

horror comedy

25 parts Ongoing

Deskripsi Cerita Di saat kebanyakan orang menutup mata, berdoa, dan lari terbirit-birit tiap dengar kata "angker", dua bersaudara ini justru malah makin kepo. Gita (20) dan Christy (18)-kakak adik dengan pola pikir agak laen-hidup berdua sejak orang tua mereka meninggal saat Gita berumur 15 tahun. Hidup keras bikin mereka kebal sama banyak hal... termasuk rasa takut. Saat teman-teman mereka panik tiap dengar cerita hantu, Gita dan Christy malah santai, nanya detail, bahkan debat soal "logika penampakan". Dunia mistis bukan buat ditakuti bagi mereka, tapi... menarik. Sampai suatu malam, mereka tak sengaja melihat sebuah live streaming uji nyali-seseorang menjelajah bangunan terbengkalai yang katanya berhantu, penuh suara aneh, lorong gelap, dan penonton yang histeris di kolom komentar. Alih-alih merinding, mata Gita justru berbinar. Christy senyum-senyum sendiri. Tanpa sepatah kata pun, mereka saling bertatap. Senyum itu muncul bersamaan. Dan secara kompak, keluar satu kata yang sama: "Gasss." Sejak malam itu, hidup mereka berubah. Bangunan kosong, rumah sakit terbengkalai, sekolah tua, dan tempat-tempat yang katanya "jangan didatangi" justru jadi panggung konten mereka. Bukan cuma melawan rasa takut-karena mereka memang jarang punya itu-tapi juga melawan hal-hal tak kasat mata... dengan cara yang sama sekali gak normal. ⚠️ Disclaimer: Cerita ini penuh unsur horror-comedy, di mana momen menegangkan, berbahaya, bahkan situasi genting bisa berubah jadi kocak, absurd, dan di luar nalar. Jangan harap ketegangan murni-karena di sini, teror bisa kalah sama celetukan random dan kekompakan kakak-adik yang sama-sama "rusak".