I Tell You Everything when We Eat
5 parts Ongoing In every mouthful of food, there are words that may not have been uttered.
Dua tahun setelah putus, Jenar membangun hidup baru di Chiang Mai dalam dalih "penyembuhan diri" dari yang dia alami setelah hubungan yang buruk dan rentetan kejadian yang membuatnya linglung. Dia belajar bertahan dengan rutinitas sederhana, pekerjaan lepas, dan jarak yang aman dari masa lalu-terutama dari Damian.
Damian, mantan pacarnya, datang ke Thailand dengan satu misi: Jenar. Namun, kini dia memilih mendekat tanpa paksaan-hadir, memberi ruang, dan membiarkan Jenar menentukan ritmenya sendiri.
Pertemuan mereka tidak dipenuhi pengakuan besar, melainkan percakapan kecil yang terjadi di antara kopi, salad, Tom Yum, Pad Krapow dan perjalanan malam tanpa tujuan. Di saat Jenar masih bergulat dengan "penyembuhan diri", dan rasa tidak aman, Damian harus membuktikan bahwa dia bisa menjadi tempat yang aman-bukan sumber luka yang sama.
Novel ini adalah surat cinta untuk semua yang pernah merasa tidak cukup, untuk proses pemulihan yang tidak instan, yang sedang belajar untuk kembali dan keberanian untuk mencintai dengan utuh, dan bagaimana kedekatan bisa tumbuh kembali lewat hal paling sederhana: duduk bersama dan makan.
Illustration by Larasaty Laras