MEGUMI ( Menelusuri Garis Bumi)
MEGUMI (Menelusuri Garis Bumi) lahir dari waktu yang retak dan resah yang tidak menemukan tempat pulang. Ia mengumpulkan serpihan rindu, jatuh cinta yang tidak selesai, dan perayaan sunyi atas rasa yang telah mati sebelum sempat diselamatkan.
Di dalamnya, kehilangan tidak ditawarkan sebagai pelajaran yang manis. Ia hadir sebagai kenyataan yang harus dilewati-tanpa makian, tanpa penjelasan, tanpa janji bahwa segalanya akan membaik. Beberapa perpisahan memang tidak datang untuk dimengerti, hanya untuk diterima.
MEGUMI bukan kisah untuk melarikan diri dari masa lalu. Ia menyeret pembacanya masuk ke dalamnya: ke ruang-ruang ingatan, ke kesunyian yang ramai, ke luka yang tetap hidup meski waktu terus berjalan. Sebuah perjalanan batin tentang manusia yang bertahan, bukan karena kuat, tetapi karena tidak punya pilihan lain.
Di antara gelap yang serupa, doa-doa tidak selalu menjawab. Namun ada sesuatu yang tetap tinggal-nurani yang bernyanyi pelan, menjaga agar kita tidak sepenuhnya hilang di dalam keheningan-Nya.