Hari pertamaku, kamu pertamaku

Hari pertamaku, kamu pertamaku

  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2026
Pindah sekolah adalah hal paling menakutkan bagi Aletta. Bukan karena ia tak bisa beradaptasi, tapi karena ia ingin melupakan hari-hari lama yang membuatnya sering pulang dengan mata sembab dan senyum palsu. Di sekolah barunya, Aletta hanya ingin menjalani hari dengan tenang. Duduk rapi, belajar, lalu pulang. Tanpa drama. Sayangnya, rencana itu gagal saat ia bertemu Elvaro-cowok ceria yang hobi bicara, suka membantu, dan terlalu sering tersenyum padanya. Aletta gadis cantik dengan senyuman manis. Dipertemukan dengan Elvaro, laki laki yang membuat suasana kelas menjadi ramai. Ia dikenal dengan sifatnya yang humoris, sok asik, dan kadang menggoda cewek. Awalnya, Elvaro hanya iseng untuk menggoda, mengganggu dan bercanda dengan Aletta. Akan tetapi, lama kelamaan perasaan jatuh cinta mulai muncul didalam hati kecil Elvaro. Meski masa lalu Aletta masih menyisakan rasa takut, sekolah barunya mengajarkannya bahwa tidak semua orang datang untuk menyakiti. Ada yang hadir hanya untuk menemani, mendengarkan, dan membuat jatuh cinta terasa sederhana. Karena di antara jadwal pelajaran, tugas kelompok, dan candaan ringan, Aletta menemukan satu hal penting: awal baru bisa sehangat itu-apalagi kalau ada kamu di dalamnya.
All Rights Reserved
#526
romantis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Villain Mother
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!
  • Almost Married (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Chasing Sanara
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines