Ketika Luka Membalas

Ketika Luka Membalas

  • WpView
    Reads 460
  • WpVote
    Votes 216
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 23, 2026
No plagiat⚠️⚠️ # Mengandung adegan kekerasan mental #Dimohon bijak untuk membacanya Seorang siswi SMA yang bernama Luna ingin mencari kebahagiaan dalam kehidupannya yang suram, tetapi masalah demi masalah datang bertubi-tubi membuat dirinya teringat oleh trauma masa lalu yang kelam. Sampai pada hari itu, dirinya terpaksa membunuh seorang temannya agar semua konflik selesai. "Jangan bunuh dia!" Teriak Luna, dengan suara yang bergetar. "Maaf, Lo harus bayar semua rasa sakit gue" balas perempuan itu yang bernama Jessica, sambil mencekik ibunya Luna. "Gue mohon! Tolong jangan bunuh dia!!!" Bicara Luna sambil berontak berusaha melepas ikatan tali di tubuhnya. "Bunuh gue aja!! Jangan dia!!!" Lanjut Luna, sambil terjatuhnya air mata. "Gak akan!!! Biar Lo tau rasa dari kehilangan bangsat!!!" Jessica membalas ucapan Luna sambil perlahan membidik pelurunya, yang sudah siap untuk membunuh. Tapi saat hendak menembak.... # Apa yang terjadi setelah itu? # siapa yang akan menjadi korban dalam semua kejadian itu? # siapa yang akan mati? # siapa yang akan terus bertahan? Temukan jawabannya dalam cerita ini...
All Rights Reserved
#164
life
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [TAMAT] Help, I'm a Zombie!
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • AVISENA
  • The Last Antagonis
  • 𝗗𝗲𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗲'𝗔𝘁𝗵𝗼𝘀
  • The Nicholas Obsession : [On Going ]
  • Side Character Syndrome
  • Cinta Yang Tumbuh Bersama
  • Heir Without Blood [END]
  • 𝗜𝗸𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗮𝗸 𝗧𝗲𝗿𝗱𝘂𝗴𝗮

Pearl POV - Menjadi zombi bukan berarti aku kehilangan standar. Makan manusia sembarangan? Ew, jorok banget. Di tengah kiamat ini, aku tetap hidup dengan aturan, gaya, dan asosiasi zombiku sendiri. Hidupku sudah tenang, sampai pria menyebalkan dari militer itu menghalangi jalanku. Bhagna POV -​ Dia mutan anomali. Terlalu sadar dan kelewat terorganisir. Instingku menyuruhku untuk membunuhnya detik itu juga. Tapi senjataku tak pernah menyentuhnya. Dalihku, lebih aman menjaga musuh tetap berada dalam jangkauan. Padahal... mungkin saja aku hanya tidak ingin melepaskannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines