Ketika Luka Membalas

Ketika Luka Membalas

  • WpView
    LETTURE 366
  • WpVote
    Voti 155
  • WpPart
    Parti 14
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, apr 6, 2026
No plagiat⚠️⚠️ # Mengandung adegan kekerasan, pembunuhan, pembullyan dan pemerk***** #Dimohon bijak untuk membacanya Seorang siswi SMA yang bernama Luna ingin mencari kebahagiaan dalam kehidupannya yang suram, tetapi masalah demi masalah datang bertubi-tubi membuat dirinya teringat oleh trauma masa lalu yang kelam. Sampai pada hari itu, dirinya terpaksa membunuh seorang temannya agar semua konflik selesai. "Jangan bunuh dia!" Teriak Luna, dengan suara yang bergetar. "Maaf, Lo harus bayar semua rasa sakit gue" balas perempuan itu yang bernama Jessica, sambil mencekik ibunya Luna. "Gue mohon! Tolong jangan bunuh dia!!!" Bicara Luna sambil berontak berusaha melepas ikatan tali di tubuhnya. "Bunuh gue aja!! Jangan dia!!!" Lanjut Luna, sambil terjatuhnya air mata. "Gak akan!!! Biar Lo tau rasa dari kehilangan bangsat!!!" Jessica membalas ucapan Luna sambil perlahan membidik pelurunya, yang belum pasti untuk menembaknya. Tapi saat hendak menembak.... # Apa yang terjadi setelah itu? # siapa yang akan menjadi korban dalam semua kejadian itu? # siapa yang akan mati? # siapa yang akan terus bertahan? Temukan jawabannya dalam cerita ini...
Tutti i diritti riservati
#483
psikologis
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • 7 WARNA ABADI
  • Jejak Yang Tersembunyi
  • CATATAN PARTIKEL ATOM
  • LENTERA BINTANG {NEW VERSION}
  • SECRET CLASS E (ON GOING)
  • Devalea [HIATUS]
  • Garam dan madu ( florist dan leader )
  • ABC 5 Dasar dan Kisahnya
  • THE SATANIST ( TERBIT)
  • Lengkara Medisa (On going)

Ada hal hal yang tak tenggelam meski arus berusaha menyeretnya pergi. Namun di dunia yang telah hancur, Sena memilih untuk tetap berdiri, bukan sebagai penyelamat, melainkan seseorang yang memilih jalannya sendiri.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti