Stillness adalah kisah tentang Arka Wijaya-tentang seseorang yang memilih pergi bukan karena ingin meninggalkan, tetapi karena ingin tetap bertahan sebagai dirinya sendiri.
Setelah kelulusan, Arka meninggalkan Jakarta dan segala kebisingan yang membentuk hidupnya. Tidak ada ambisi besar, tidak ada rencana gemilang-hanya hari-hari yang diisi nada, jeda, dan percakapan singkat dengan dirinya sendiri.
Kepergiannya tidak sepenuhnya dimengerti oleh keluarga. Ada jarak yang tercipta, bukan karena pertengkaran hebat, melainkan karena hal-hal yang tak pernah benar-benar dibicarakan. Arka belajar bahwa diam bisa menjadi bentuk keberanian, dan menjauh kadang adalah satu-satunya cara untuk tetap utuh.
Di kota yang lebih tenang itu, Arka berhadapan dengan rindu, rasa bersalah, dan kenangan akan "kita" yang pernah ia miliki-teman-teman yang perlahan tumbuh ke arah masing-masing. Dalam kesunyian, ia menemukan bahwa ketenangan bukanlah hilangnya suara, melainkan kemampuan untuk mendengarkan isi hati sendiri tanpa takut runtuh.
Stillness bukan cerita tentang pencapaian besar, melainkan tentang perjalanan batin. Tentang anak muda yang belajar berdamai dengan pilihan hidupnya. Tentang pulang-bukan selalu ke rumah, tapi ke diri sendiri.