Äásti: 44 DokonÄeno Pro dospÄléððð«ð§ð¢ð§ð ð©: ðð¬ð²ðð¡ðšð¥ðšð ð¢ððð¥, ðŠððð®ð«ð, ððð«ð€ ð«ðšðŠðð§ðð, ððšð«ððð ð¢ð§ðð¢ðŠððð², ðšðð¬ðð¬ð¬ð¢ðšð§, ðŠðð§ð¢ð©ð®ð¥ððð¢ðšð§, ðð«ð®ð¬ð ð¢ð¬ð¬ð®ð, ð¯ð¢ðšð¥ðð§ðð, ðŠðð§ððð, ððšðð«ðð¢ðšð§, ððšð§ðð«ðšð¥-ðð«ððð€, ðð§ð ð¬ð.
21+
Romeo Hauteville adalah pria cerdas namun memiliki sikap menjerat. Suatu hari, ia melihat Iris Sofia, seorang perawat rumah sakit jiwa, saat ia tak sengaja melihatnya. Tatapan Iris yang hangat, suaranya yang lembut, dan senyumnya yang seperti cahaya di ruang sunyi, menggoreskan sesuatu yang tak bisa dijelaskan dalam benak Romeo.
Obsesi pun tumbuh. Tak bisa menahan hasrat untuk lebih dekat, Romeo mengambil keputusan gila: ia akan menjadi pasien. Ia mulai bertingkah seperti anak kecil, menggambar dengan krayon, memeluk boneka rusak, semua demi satu tujuan: berada di bawah perawatan Iris.
Hari-harinya diisi dengan pura-pura, tetapi pikirannya tajam dan mengamati. Ia tahu siapa saja yang dekat dengan Iris, tahu pola makannya, cara jalannya, bahkan wangi parfum yang berubah setiap dua minggu. Dan semakin hari, batas antara akal dan delusi mulai kabur.
Iris, yang penuh empati namun merasa ada yang janggal. Pasien bernama Romeo ini terlalu sadar, terlalu... menatap. Tapi ia tak bisa menjauh, seperti ada magnet tak kasat mata yang menariknya pada bahaya.
Ketika sisi tergelap Romeo mulai muncul perlahan, Iris terperangkap dalam permainan manipulasi dan keputusasaan, hingga ia harus memilih: bertahan dalam bayang-bayang obsesi, atau melawan pria yang mungkin lebih waras daripada semua orang di dalam rumah sakit itu.
Kisah tentang obsesi, kegilaan yang disengaja, dan cinta yang tumbuh di antara kepalsuan-menyisakan pertanyaan.
°°°°°