Where The Light Found Me?

Where The Light Found Me?

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 20, 2026
Katanya, Bandung adalah kota yang hangat meski udaranya dingin. Kota yang bikin orang betah, dan sering jadi tempat pulang, dan kota yang selalu punya cara untuk membuat orang jatuh cinta. Tapi, bagi Kinara Hanindya Shevaya, Bandung bukan sekadar kota. Di sinilah ia belajar menjalani hari tanpa banyak berharap. Kuliah, pulang, lalu mengulang lagi keesokan harinya. Kinara tidak pernah benar-benar memberi ruang untuk siapa pun. Ia menganggap semua orang cukup sebagai teman. Menjaga jarak terasa lebih aman daripada harus dekat lalu kehilangan. Ia percaya, tidak semua orang harus punya cerita cinta. Ada yang cukup hidup dengan tenang, tanpa ribet perasaan. Sampai suatu hari, langkahnya mulai goyah. Karena tanpa ia sadari, masa lalu dan hal-hal baru datang bersamaan, mengganggu hidupnya yang selama ini terasa biasa saja. Dan sejak itu, Bandung bukan lagi kota yang sama bagi Kinara.
All Rights Reserved
#535
love
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines