Suka Duka Kerja Di Amartha

Suka Duka Kerja Di Amartha

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 30, 2025
Cerita: Di Balik Layar Amartha Namaku Irpan, seorang Bisnis partner data di Amartha. Aku bergabung 1 bulan lalu, dengan semangat membara ingin berkontribusi pada inklusi keuangan di Indonesia. Awalnya, aku hanya tahu Amartha sebagai platform peer-to-peer lending. Tapi begitu masuk, aku sadar: ini lebih dari sekadar angka dan pinjaman-ini tentang dampak nyata. 🌟 Suka: Misi yang Menginspirasi Setiap pagi, aku datang ke kantor (atau login dari rumah) dengan satu motivasi: membantu ibu-ibu di pelosok desa mendapatkan akses modal. Aku pernah ikut ke lapangan, ke desa di Pasir Penyu melihat langsung bagaimana Bu Siti, seorang penjual keripik, bisa memperluas usahanya berkat pinjaman dari mitra Amartha. Rasanya... haru. Data yang kukerjakan ternyata punya wajah dan cerita. Tim di Amartha juga luar biasa. Budaya kerja kolaboratif, penuh semangat, dan terbuka. Kami sering brainstorming bareng, bahkan CEO pun terbuka untuk diskusi. Ada program "Impact Day" tiap bulan, di mana kami bisa turun langsung ke lapangan atau ikut pelatihan sosial. 🌧️ Duka: Tantangan dan Tekanan Tapi tentu tak semuanya manis. Dunia fintech itu cepat dan penuh tekanan. Target tinggi, deadline ketat, dan sistem yang terus berkembang. Pernah suatu kali, sistem scoring kredit yang kubangun gagal memprediksi risiko dengan akurat. Beberapa mitra mengalami gagal bayar. Aku merasa bersalah, meski tahu ini bagian dari proses belajar. Kadang juga muncul dilema etis: bagaimana menyeimbangkan profit perusahaan dengan misi sosial? Apakah kita terlalu agresif dalam ekspansi? Apakah semua mitra benar-benar siap menerima pinjaman? Pertanyaan-pertanyaan itu terus mengusik. 🌈 Akhirnya: Bertumbuh Bersama Meski penuh tantangan, aku merasa tumbuh di sini. Aku belajar bahwa bekerja bukan hanya soal gaji atau jabatan, tapi tentang kontribusi. Di Amartha, aku menemukan makna. Kami bukan hanya membangun teknologi, tapi juga harapan. Ikuti kegiatan suka duka Irpan di dalam Amartha
All Rights Reserved
#22
mekar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ATMA FATAMORGANA
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • Stealing My Husband
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • MOTHER
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?! (Hiatus)
  • Unexpectedly Yours
  • Dua Langit Berbeda
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)

"Jadilah seperti lumut: ada, tapi tidak terlihat, dan kalau bisa jangan diinjak." Itulah moto hidup Sevanja Nandhira. Sebagai mahasiswi Seni Rupa di Universitas Brahmana yang isinya anak-anak sultan, Sevan lebih memilih menjadi "Cewek Suram" yang hobi begadang demi deadline gambar daripada harus bersosialisasi. Strateginya sederhana yaitu hindari keramaian, gunakan jalur tikus, dan tetap berada di luar Radius Seratus Meter dari orang-orang populer. Terutama dari Adiaksa Ranjaya Jasvanta. Aksa adalah segalanya yang Sevan hindari karena tinggi 185, bintang Ice Hockey, salah satu mahasiswa terkenal orang terkaya di kampus yang dijuluki Vanguard, dan memiliki aura "lampu sorot" yang menyilaukan. Bagi Sevan, Aksa adalah intimidasi visual dan gangguan dalam hidupnya. Lari cepat setiap kali melihat ujung jaket hoki Aksa adalah olahraga wajib. Namun, Sevan tidak tahu satu rahasia besar. Aksa bukan sekadar cowok populer yang iseng. Aksa adalah kolektor rahasia dari karya-karya digital anonim milik Sevan yang sangat emosional. Baginya, Sevan bukan sekadar "gadis berantakan" yang hobi kabur. Sevan adalah pelukis hantu yang selama ini ia kagumi karyanya. Kini, sang Forward tim hoki itu telah mengunci targetnya. Bukan di lapangan es, melainkan di lorong-lorong sempit fakultas seni. Dimulai dari satu krat susu coklat hingga aksi kejar-kejaran absurd yang bikin heboh satu kampus, Aksa bertekad menembus zona nyaman Sevan yang sekecil kotak pensil itu. Sanggupkah Sevan mempertahankan jaraknya, atau justru ia akan terjebak dalam pesona "Beruang" yang ternyata tidak se-polos kelihatannya? ~~~ DILARANG PLAGIAT (⁠ノ⁠`⁠Д⁠'⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻ pernah di unpublish karena di revisi. #01 teenfiction [ 20 Maret 2026] #01 absrud [ 20 Maret 2026] #01 gambar [ 20 Maret 2026] #01 fiksi [31 Maret 2026] #02 komedi [ 20 Maret 2026]

More details
WpActionLinkContent Guidelines