The Home We Never Get (Coming Soon)

The Home We Never Get (Coming Soon)

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing5m
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 31, 2025
"Bang, itu suara berisik apa dibawah?" Juna menoleh pada Mahesa, bertanya polos. Mendengarnya, Hesa dan Javian saling tatap, tidak bisa menjawab pertanyaan adik bungsu mereka. Sementara suara teriakan marah dan lemparan barang-barang kembali terdengar. Juna meringis mendengarnya, kaget. Melihat dua kakaknya tidak bisa menjawab, Jidan memeluk adiknya, bilang. "Juna jangan takut, itu cuma suara piring jatuh. Mungkin kesenggol." "Tapi kenapa Ayah sama Ibu teriak-teriak?" Juna menoleh. "Ayah sama Ibu lagi gak baik-baik aja. Tapi nanti mereka pasti baikan kok. Juna jangan turun ya. Kalau mau apa-apa dibawah bilang Bang Jidan. Nanti Bang Jidan ambilin." ujar Jidan menenangkan. Hesa dan Javian hanya menghela napas pelan. *** Sementara itu di rumah lain. "Bang, Ayah Ibunya Juna kenapa ya?" tanya Saka pada kakaknya. Dia sedang berusaha tidur di atas kasur butut, meringkuk kedinginan. Merapat ke tembok. "Gak usah mikirin urusan rumah orang. Tidur aja." jawab Satria sambil metupi matanya dengan tangan. Saka terdiam, kembali menatap atap yang berlubang. Untung malam ini tidak hujan. Kalau hujan, bisa repot karena atapnya bocor. "Kira-kira Ayah Ibu lagi ngapain ya, Bang?" ujar Saka tiba-tiba. Satria terdiam. Jarang sekali Saka bertanya begitu. "Saka kangen." ujarnya pelan. Satria menghela napas, menoleh menatap adiknya. "Iya, besok kita ke makam ya." *** Dan rumah terakhir. "Mamah, besok pulang sekolah Neo beli eskrim boleh gak?" tanya seorang anak seusia Juna dan Saka. "Beli eskrim terus. Nanti kamu pilek, gak masuk sekolah lagi." ujar Ibunya yang bersiap tidur di sebelahnya. "Nggak, Mah. Kan Mamah bilang kalau sedikit boleh." bujuk Neo. "Kamu udah beli eskrim tiga hari berturut-turut, Neo. Besok cari jajanan lain. Mamah gak kasih." ujar Ibunya tegas. Neo cemberut, merubah skenario hendak izin ke Ayahnya. Membalik badan, menghadap Ayah. Eh? Yaah, sudah tidur. Neo cemberut, memutuskan ikut tidur.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inked In Forever  ✓
  • I'm a Costello
  • Tough Love - Miguel Diaz
  • Oops, I'm The Mean Girl | ✔️
  • Play The Part (Player Next Door Book 3)
  • She Was Never Weak
  • 𝐆𝐎𝐑𝐆𝐄𝐎𝐔𝐒 ; 𝘱𝘢𝘳𝘬 𝘴𝘶𝘯𝘨𝘩𝘰𝘰𝘯
  • ALIA-THE BURDEN
  • forever & always

⋆。𝐀𝐫𝐮𝐧𝐢𝐤𝐚 𐙚 𝐊𝐚𝐯𝐢𝐬𝐡。⋆ [Duet#1] They say high school is all about memories, friendships, and first love. But for Arunika Sharma, it's about surviving one particular nightmare kavish Singh . He's the school's golden boy arrogant, popular, and way too charming for his own good. She's the girl who couldn't care less about his fame or his perfect smirk. From stolen notes to sarcastic remarks, their rivalry is the talk of the entire school. But what happens when hate starts to blur into something softer... something neither of them is ready to admit? Because sometimes, the line between enemies and lovers is just one heartbeat away. A story about two opposites bound by rivalry, torn by emotions, and connected by something neither of them dares to name. Because sometimes, love doesn't arrive with flowers and sunshine it hides behind sarcasm, pride, and the person you swore you'd never fall for. story filled with laughter, chaos, late night confessions, and the kind of love that only happens once in school corridors and teenage hearts. Hey readers. This story isn't just about love it's about growing up, fighting, falling, and finding someone who feels like home in the middle of all the chaos. I hope Arunika and Kavish's journey makes you smile, blush, and maybe even believe in school love again. Start: 29/10/2025 End: 15/ 4/ 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines