"Hah? coba ulangin lagi."

"Hah? coba ulangin lagi."

  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 6, 2026
"Hah, coba ulangin lagi?" Kalimat sederhana itu menjadi awal dari sesuatu yang tidak pernah dibayangkan Nesa Anindya Maheswari. Sebagai Diplomatic Relationship Officer di perusahaan strategis milik negara, ia terbiasa bernegosiasi dengan investor asing. Namun, ketika sebuah perjalanan dinas mempertemukannya dengan Rasheed Moksha Prabhaskara-Presiden Direktur perusahaan swasta yang tengah menjadi sorotan dunia-pekerjaannya perlahan berubah menjadi permainan yang tidak pernah ia setujui. Surat pengunduran dirinya ditolak. Setiap langkahnya diawasi. Setiap laporan yang ia buat dapat dijadikan senjata. Dan di tengah perang kepentingan yang tak terlihat, Nesa dipaksa menjadi bidak untuk menjatuhkan seseorang yang bahkan tidak pernah ingin ia khianati. Karena dalam dunia korporasi, bukan kebohongan yang paling berbahaya. Melainkan kebenaran... yang kehilangan konteksnya. Wanita muda berumur 25 tahun itu menggigit kuku. ia mengusak rambut gelombangnya gusar. seorang investor ternama meminta dia untuk jadi pembawa acara di penghargaan investor no 1 sedunia? 'omaygatt..' Dengan seluruh naskah dan email balasan juga laporan kerja yang belum selesai ditambah permintaan dadakan? emangnya bisa ya? "Aelah.. santai, lo kenal keknya sama -- "gimana? hah? ulangin lagi."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F1: LATE NIGHT CONCERT
  • 13th Anniversary - (Sudah Terbit)
  • ANTARA AKU, KAMU DAN MANTAN KITA /SUDAH TERSEDIA DI PLAY BOOK/OPEN PO
  • To Find a Home
  • Coastal Love
  • fluorescent adolescent
  • We Don't Talk Anymore {kaistal}
  • THAT GUY
  • Once (Re-published, Side Story of Bear Hug)
  • Dollhouse: Taman Bunga Mama Sekar

Milan, kota 6900 mil jauhnya. Tempat bersejarah yang menjadi saksi pertemuan pertama Nada dengan Juan Bimantara, seorang pembalap Formula. Dalam beberapa hari yang singkat, Juan memperkenalkan Nada pada dunia baru yang belum pernah Nada rasakan. Akankah pertemuan singkat di Milan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam? Apakah Nada dan Juan dapat saling menyembuhkan dan menemukan jalan keluar dari labirin masalah mereka? Atau hujan dan badai justru akan membawa mereka semakin jauh?

More details
WpActionLinkContent Guidelines