"Kasih tau aku, Ga! Gimana caranya lupain kamu?" Suara Tanaya parau, hancur. "KASIH TAU AKU CARANYA GIMANA BIAR AKU BENCI SAMA KAMU!"
Dia terisak begitu keras hingga tubuhnya gemetar. "Aku tersiksa banget begini, Ga... Aku nggak kuat lagi..."
Melihat Tanaya hancur seperti itu, semua pertahanan Arga runtuh. Dia mendekati perlahan. "Nay..." Dia mencoba menyentuh lengannya, tetapi Tanaya menyepaknya.
"Jangan deket-deket! Aku bisa makin gila!" jeritnya, ketakutan dan kesakitan.
"Nay... Please. Dengerin aku dulu," suara Arga serak, penuh dengan rasa sakit yang sama.
Tanaya menggeleng liar, lalu ambruk. Kaki nya tidak lagi sanggup menahan beban. Dia berjongkok di lantai parkiran yang dingin, memeluk lututnya, tubuhnya terguncang oleh isakan yang dalam dan menyakitkan. "Kenapa, Ga? Kenapa mesti aku doang yang sesakit ini? Kenapa aku doang yang cinta sama kamu, sedangkan kamu... nggak?" Ratapannya menyayat hati, penuh dengan keputusasaan.
Tanaya lelah. Baginya, Arga-suaminya-selalu saja menganggap semua hal sebagai gurauan. Cuek, tak pernah serius, dan kerap mengabaikan perkataannya. Hingga akhirnya Tanaya memilih pergi, meninggalkan rumah dan memulai hidup baru.
Namun, Arga tak tinggal diam. Dengan caranya yang santai tapi keras kepala, ia berusaha kembali masuk ke dunia Tanaya.
Mampukah Arga merebut hati wanita yang sudah terlanjur kecewa? Atau justru Tanaya akan menemukan kebahagiaan bersama pria lain yang mampu menghargainya?
Meski Jena sudah mendapati suaminya selingkuh di depan mata, tapi ia sudah bertekad tidak akan membalas pengkhianatan itu dengan cara barbar yang malah akan mempermalukan dan membuat rugi dirinya sendiri.
Jena akan menunjukkan kelasnya. Ia akan membalas kelakuan suami dan pelakor itu dengan cara yang elegan.
*Tidak ada karakter menye-menye dalam cerita ini dan cerita hanya akan ditamatkan di wattpad*
*BACALAH SELAGI MASIH ON GOING*
Minggu, 26 Oktober, 2025