Lucyanna Narcissa Malfoy

Lucyanna Narcissa Malfoy

  • WpView
    Reads 476
  • WpVote
    Votes 92
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 21, 2026
~~ Draco mendengus, menyalip Lucyanna, sengaja menghalangi jalan gadis itu di koridor yang mulai sepi. "Coba jelaskan padaku, Anna," Draco melipat tangan di depan dada, dagunya terangkat sok tinggi. "Apa kau punya semacam kontrak sihir rahasia dengan Potter? Kenapa setiap ada masalah wajahmu selalu terselip di antara gerombolan Gryffindor itu?" Anna memutar bola matanya, sengaja menabrak bahu Draco saat ia lewat. "Aku tidak cari masalah, Drake. Masalahnya saja yang hobi mencari-cariku. Mungkin aku terlalu menarik buat mereka." "Lucu sekali,"Sinis Draco, tapi ia segera berbalik dan membuntuti Anna lagi. "Potter itu magnet bencana. Kau mau bertaruh berapa lama lagi kau bisa selamat kalau terus-terusan mengekor di belakang bocah yang punya hobi cari mati itu? Jauhi dia, demi janggut Merlin!" Anna berhenti mendadak, membuat Draco nyaris menabrak punggungnya. "Kau itu protektif atau cuma takut tidak punya teman buat pamer di asrama, sih?" Draco terdiam. Tatapannya tajam, tapi ada kilat lelah yang tidak bisa ia sembunyikan di mata abu-abunya. "Kau itu kembaranku, Anna. Kau itu... urusanku. Selamanya. Kalau kau kenapa-napa, siapa lagi yang mau mendengarkan ocehanku tentang sapu terbang?" Lucyanna mendengus pelan mendengar itu. Ia melangkah mendekat, mengabaikan tatapan tajam Draco, dan mulai merapikan kerah jubah kakaknya yang sedikit berantakan. "Aku baik-baik saja, Drake. Jangan berlebihan," ucap Anna lembut, menepuk bahu Draco pelan. Draco tidak langsung membalas. Ia membiarkan tangan Anna merapikan pakaiannya, namun matanya masih menatap Anna dengan intensitas yang berbeda-bukan lagi kemarahan, tapi ketakutan yang nyata. "Terserah kau saja," bisik Draco, suaranya tiba-tiba merendah. "Jadilah pahlawan, jadilah apa pun semaumu. Tapi jangan pernah berharap aku akan berhenti menjagamu. Aku akan tetap jadi bayanganmu, bahkan kalau aku harus ikut terseret ke dalam kekacauan Potter itu." --- *Just my Imagination as a potterhead Disclaimer : All credits belongs to J.K Rowling
All Rights Reserved
#4
georgeweasley
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Twenty Years Back - Draco Malfoy
  • ETHEREAL ─ Luke Castellan
  • After the Potions (Draco Malfoy)
  • THE PROFESSOR {HOGWARTS}
  • Bad Jealousy (Lorenzo Berkshire)
  • You're Only Mine
  • Chasing You (and the Snitch)
  •  Resident Evil: Shadows of the Village
  • FALL IN LOVE IN PANDORA

A Fanfiction Tahun keenam Draco Malfoy. Saat ia mulai menyerahkan dirinya sepenuhnya untuk menjadi seorang Pelahap Maut. Draco Malfoy yang sedang bertarung dengan Harry Potter dan terkena mantra Sectumsempra, hingga tubuhnya terluka parah dan darah mengucur deras dari lukanya, dan ketika ia merasa benar-benar berada di ambang kematian, tiba-tiba... entah bagaimana ia justru kembali ke dua puluh tahun yang lalu. Tepatnya di tahun 1977, Tahun dimana mana para Marauders masih bersekolah. Di tengah keheranannya atas apa yang terjadi padanya, Draco justru bertemu seorang gadis ceria bernama Emily, gadis yang berada di usia yang sama dengannya, namun mereka jelas hidup di masa yang berbeda. Mau tak mau, Draco harus tetap dekat dengan Emily. Karena hanya dia satu-satunya orang yang percaya padanya... dan ingin membantunya pulang. Namun selama kebersamaannya dengan Emily, Draco mulai merasakan kebahagiaan, sesuatu yang selama ini nyaris tak pernah ia dapatkan. Dan perlahan, tanpa ia sadari... ia mulai berubah. ⚠️ Semua tokoh milik J.K Rowling, kecuali OC. ⚠️ Contains Harsh Word. ⚠️ Do not republish or translated this story in another platform @WritterPotter

More details
WpActionLinkContent Guidelines