Takdir Benang Merah (On Going)

Takdir Benang Merah (On Going)

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 8, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
π“πšπ€ππ’π« 𝐁𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐫𝐚𝐑 Kata orang, segala sesuatu yang terjadi di dunia ini telah digariskan oleh takdir Tuhan. Katanya, apa yang telah ditakdirkan oleh Tuhan tak dapat diubah oleh manusia. Setiap pertemuan pun selalu ada artinya. Tuhan tak pernah mempertemukan kita dengan orang yang salah. Tak ada waktu yang salah, tak ada pula tempat yang salah. Kita sendiri yang menilai bahwa hal itu adalah salah. Bahkan, meskipun seorang yang kita harapkan datang pada chapter akhir dalam hidup kita, hal itu dapat menjadi istimewa jika seandainya kita melihatnya dari apa yang Tuhan kehendaki terjadi untuk kita. Semua hal itu telah terikat pada kita, menjadi sebuah benang merah yang tak kasat mata, yang akan menuntun kita pada garis akhir perjalanan kita.
All Rights Reserved
#286
sastraindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines