Katarina adalah personifikasi dari kata "bertahan". Sejak kejatuhan finansial keluarganya yang tragis, ia tidak lagi memiliki kemewahan untuk menjadi mahasiswi biasa. Di kampus, ia adalah bayangan yang mengejar absen; di luar, ia adalah pejuang yang mengenakan kostum SPG dari satu event ke event lain. Bertahun-tahun menghadapi pelecehan-mulai dari siulan nakal hingga sentuhan "tidak sengaja" dari klien-telah mengubahnya menjadi wanita yang dingin dan apatis. Ia sudah terlalu lelah untuk melawan, memilih untuk menyimpan energinya demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah.
Masalah baru muncul ketika universitas mewajibkan program magang sebagai syarat mutlak kelulusan. Di saat teman-temannya menggunakan koneksi orang tua, Katarina dan sahabatnya, Serly, terbentur tembok besar. Perusahaan-perusahaan besar menolak mereka karena beberapa sudah full, dan waktu hampir habis. Serly adalah satu-satunya alasan Katarina masih memiliki sedikit sisi kemanusiaan, dan ia tidak tega melihat sahabatnya gagal karena dirinya.
Dalam keputusasaan di menit-menit terakhir (last minute), Katarina membuka sebuah kotak kenangan yang ia kubur dalam-dalam. Di sana terdapat sebuah nomor telepon milik Ardija.
Dua tahun lalu, di puncak rasa frustrasinya, Katarina pernah bertemu Ardija dalam sebuah pertemuan rahasia yang singkat namun intens. Mereka tidak bercinta secara konvensional; Ardija adalah pria yang mewujudkan fantasi "pelepasan kendali" yang diinginkan Katarina saat itu. Bagi Katarina, Ardija adalah pria yang memberinya rasa aman justru di saat ia menyerahkan otoritas tubuhnya. Namun, setelah malam itu, Katarina melarikan diri karena takut akan ketergantungan emosional.
Katarina akhirnya menekan tombol panggil. Ardija, yang kini telah menjelma menjadi taipan muda di industri kreatif, menerima panggilannya. Ia tidak melupakan Katarina-wanita yang menurutnya adalah sebuah teka-teki yang belum selesai ia pecahkan.
Lintar tidak akan pernah menyangka kalau foto-fotonya akan tercetak nyasar ke printer milik Riffat, bosnya sendiri. Malam itu, seseorang yang menyebut dirinya sebagai XYZ346 tiba-tiba mencetak sesuatu ke printer miliknya, menawarkan diri sebagai sahabat printer.
Tanpa Lintar tahu, XYZ346 yang tak lain adalah Riffat, diam-diam mengetahui kisah Lintar yang harus merawat keponakannya seorang diri di usia sembilan belas tahun. Riffat merasa bersalah karena telah mengucapkan sesuatu yang menyinggung perasaan Lintar.
Lintar kesal saat printer miliknya terus berdengung mencetak kertas demi kertas dari pesan-pesan konyol yang dikirim Riffat. Lintar tidak tahu siapa sosok di balik pesan-pesan konyol itu, sementara Riffat terus memberondongnya agar Lintar mau terhubung dengannya lewat media printer.
Semua kisah ini bermula dari salah koneksi. Berawal dari kekeliruan menghubungkan ke printer lain, kisah mereka pun dimulai.
Update pertama kali 15 Oktober 2025