We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
With Love, G

With Love, G

  • WpView
    Reads 872
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 12, 2026
WpInfo
Fanfic
Giovani selalu menjadi tumpuan dalam keluarganya. Anak pertama, Tulang punggung keluarga, seseorang yang menukar Mimpi Engineeringnya dengan meja kerja di gedung-gedung pencakar langit, agar keluarganya bisa bertahann. Tapi bahkan pondasi terkuat pun pada akhirnya akan lapuk terkikis waktu. Setelah bertahun-tahun hidup dibawah bayang-bayang sang adik, dan percobaan bunuh diri nya yang gagal malam itu, Giovani hanya menginginkan satu hal : Sebuah akhir. Namun Jesse belum siap untuk melepaskannya dan mengucapkan perpisahan. Ia meminta tujuh hari. Tujuh hari untuk merubah keputusan Gio untuk mundur dari daftar pasien yang akan melakukan eustanasia dan berjanji akan menunjukkan padanya kembali, sebuah alasan untuk hidup setiap hari. Namun seiring berjalannya waktu, pada akhirnya Jesse mengerti, Jika terkadang sebuah Luka bisa menjadi begitu dalam dan tak bisa disembuhkan, dan jika cinta, terkadang tak hanya tentang tentang tinggal, tapi juga untuk melepaskan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • I Want to Live [END]
  • Second
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • The King & The Doctor
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • Given || Ju Jihoon
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines