LIMERENCE

LIMERENCE

  • WpView
    Reads 1,324
  • WpVote
    Votes 573
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 30, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
First Love
Second Chance
"Hidup kamu mah enak, kuliah lancar, karir juga oke, keluarga damai, banyak loh orang yang mau di posisi kamu." Itulah kesimpulan dari pendapat dan komentar orang-orang yang melihat sekilas hidupku di dunia nyata dan postinganku di sosial media. Aamiin dan Alhamdulillah. Semoga ucapan mereka benar-benar menjadi doa untukku, supaya kata 'enak ya' yang selalu diucapkan menjadi kenyataan yang membuat hidupku benar-benar enak, nyaman, aman, berkah dan bahagia. Alhamdulillah, karena memang di hidup yang hanya satu kali ini, aku diberi kesempatan untuk tumbuh di lingkungan yang mungkin diidamkan orang lain. Namun, di balik semuanya, tetap saja ada yang menurutku belum lengkap. Apa itu? Jodoh. Iya, usiaku hampir kepala tiga, tapi aku belum menemukan partner untuk membangun keluarga. Karena dia yang kupinta pada yang Maha Kuasa, ternyata tidak berkenan jadi kepala keluarga bagiku, Dahayu Syaima. #NovelPenerbitFaza #Festivalmenulis #Eventmenulis #Eventmenulisnovel #PenerbitFaza #Eventwattpad #wattpadstory
All Rights Reserved
#32
cintasepihak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines