KIDULT [ON GOING]

KIDULT [ON GOING]

  • WpView
    Reads 557
  • WpVote
    Votes 135
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 14, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Di sebuah panti asuhan pinggir kota bernama Panti Rintik Muara, delapan remaja dipaksa tumbuh lebih cepat dari usia mereka. Ketika di luar, mereka memakai topeng kedewasaan agar tetap bertahan pada kerasnya dunia; namun ketika di dalam, mereka hanyalah anak-anak yang masih ingin bersembunyi di balik dekapan orang tuanya. Ketika dunia terasa dingin dan penuh tuntutan, ke delapan jiwa ini saling menemukan. Mereka belajar bahwa menangis bukanlah tanda lemah, dan menjadi dewasa tak berarti harus membuang sisi kanak-kanak dalam hatinya. Mereka berjanji untuk tidak saling meninggalkan-karena bagi mereka, rumah bukanlah sebuah bangunan, melainkan kebersamaan satu sama lain. Namun, akankah mungkin jika pada akhirnya takdir telah menulis kisahnya masing-masing yang akan berlabuh ke dermaganya? ​​"Mari cintai kesedihan ini, karena kita adalah anak-anak yang tumbuh bersama, meski takdir mungkin punya dermaga berbeda untuk kita masing-masing." Start: 1 Januari 2026 Finisih: _ ©Kwon Hwoza Rank story: #1 in kidult (Sabtu 3 Januari 2026) #1 in innerchild (Kamis 8 Januari 2026) #3 in Youth (Senin 5 Januari 2026) #7 in foundfamily (Selasa 6 Januari 2026) #6 in eventmenulis (Selasa 6 Januari 2026) #132 in teenfiction (Rabu 7 Januari 2026) #180 in friendship (Selasa 6 Januari 2026) #16 in Wattpad story (Rabu 7 Januari 2026) #9 in Novel Indonesia (Kamis 8 Januari 2026)
All Rights Reserved
#411
ald1
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines