Zodiac 13 - Kehidupan Sehari-hari Sang Legenda Yang Pensiun
Di sofa ruang tengah, Perth Tanapon terbaring malas, seperti bagian dari furnitur. Rambut hitamnya terurai di bantal, tubuhnya tidak bergerak, napasnya nyaris tak terlihat. Ia tidak tidur. Ia juga tidak sepenuhnya terjaga. Ia hanya... ada.
Keberadaan murni.
Keheningan hidup.
Legenda yang memilih diam.
Tak ada yang akan mengira bahwa pria ini pernah berdiri di pusat kehancuran dunia, bahwa tangan malas itu pernah menutup retakan realitas, bahwa tubuh yang enggan bergerak ini pernah melawan sistem kosmik, bahwa jiwa yang kini tampak kosong itu pernah menjadi bagian dari struktur semesta.
Dulu, dunia mengenalnya sebagai sesuatu yang tidak bisa diklasifikasikan.
Anomali.
Kesalahan sistem.
Zodiak ke-13.
Sekarang, dunia tidak mengenalnya sama sekali.
Dan Perth menginginkan itu.
Ia tidak ingin dunia.
Tidak ingin tahta.
Tidak ingin kursi zodiak.
Tidak ingin peran.
Tidak ingin misi.
Tidak ingin menjadi penyelamat.
Ia hanya ingin tidak repot.
Karena kemalasan bukan kelemahan baginya-
kemalasan adalah filosofi hidup.
Ia menjadi immortal bukan karena takut mati,
tetapi karena malas hidup.
Malas makan.
Malas minum.
Malas bernapas.
Malas bergerak.
Malas berjuang.
Malas memperjuangkan dunia yang selalu meminta tapi tak pernah memberi.
Dan karena itu, ia menghilang.
Menutup diri di kastil emasnya selama ribuan tahun.
Hingga suatu hari... ia bosan.
Dan bosan, bagi Perth, selalu berbahaya bagi dunia.