Mengabdi Pada Hatimu

Mengabdi Pada Hatimu

  • WpView
    Reads 655
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 30, 2026
Rachel, seorang mahasiswi yang terbiasa dengan kemudahan hidup di kota, harus menghadapi tantangan baru saat diterjunkan ke sebuah desa terpencil untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Baginya, desa itu hanyalah tempat pengabdian sementara yang penuh keterbatasan-sampai sebuah pertemuan tak sengaja mengubah segalanya. Di tengah hiruk-pikuk program kerja dan adaptasi lingkungan, Rachel bertemu dengan Feran. Sosok pemuda sederhana namun karismatik itu ternyata bukan orang sembarangan; ia adalah putra dari Kepala Desa tempat Rachel bertugas. Awalnya, perbedaan gaya dan kesalahpahaman. perasaan? Akankah tembok perbedaan status dan masa depan yang berbeda menyatukan atau justru memisahkan mereka? Ketika masa KKN berakhir, apakah Rachel akan pergi meninggalkan kenangannya, atau tetap tinggal demi cintanya pada sang pangeran desa?
All Rights Reserved
#389
kkn
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa (Hiatus)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines