Disclaimer: Cerita ini berisi konten GL (Girls Love). Bagi yang tidak berkenan, harap bijak dalam memilih bacaan. Read at your own risk."
~LAUTBIRU~
Sejauh mata memandang, hanya ada hamparan biru yang tak berujung. Laut biru bukan sekadar warna, ia adalah simbol ketenangan, tempat di mana riuh rendah dunia tenggelam dalam harmoni deburan ombak dan semilir angin.
Ia berdiri di tepian dunia, mematung di antara deburan ombak yang tak henti menyapa karang. Dengan gaun biru yang berkibar tertiup angin, perempuan itu mengangkat tangannya ke arah cakrawala, seolah sedang mengirimkan sinyal rindu kepada langit. Di matanya, laut biru yang luas bukan sekadar pemandangan, melainkan sebuah jalan pulang yang ia harap akan segera membawa kekasihnya kembali.
Sambil mendekap bunga-bunga jingga dan sebuah buku kenangan, ia terus menatap titik terjauh di mana air dan langit bertemu. Setiap riak kecil yang berkilau diterpa cahaya ia anggap sebagai pertanda, sebuah keajaiban yang mungkin saja akan mewujudkan doa-doanya. Ia tetap di sana, setia menunggu saat di mana sosok yang dicintainya muncul dari balik garis horisontal, berjalan melintasi air, dan kembali pulang ke dalam pelukannya yang telah lama merindu.
Riau, 1 Januari 2026.
Dalam dunia yang penuh dengan kontradiksi dan dinamika hubungan, cerita ini mengeksplorasi cinta antara dua wanita yang terpaut jarak usia 10 tahun. Nina Anggraini adalah seorang wanita yang tegas, cuek, dan sedikit kasar dalam sikapnya, namun ia memiliki hati yang lembut dan penuh kasih kepada keluarganya dan kekasihnya. Di sisi lain, Tiara Permata Sari adalah gadis yang baru saja masuk SMK, masih kekanak-kanakan, manja, dan egois, serta sering kali sibuk dengan dunianya sendiri. Namun, cinta yang besar dalam hatinya untuk Nina membuat hubungan mereka tetap bertahan.
Ketegangan dan keindahan dalam hubungan mereka terlihat dari bagaimana Nina berusaha mengerti dan menjaga Tiara meskipun sering kali merasa frustasi dengan sikap manja dan egoisnya. Tiara, meskipun sering kali tidak menyadari pengorbanan Nina, memiliki keinginan kuat untuk membuat Nina bahagia. Konflik mulai memuncak ketika Nina merasa kurang dihargai dan dipahami oleh Tiara, yang selalu sibuk dengan dunia remajanya.
Dalam perjalanan mencari keseimbangan, mereka menghadapi berbagai tantangan yang menguji kekuatan cinta mereka. Apakah cinta mereka cukup kuat untuk mengatasi semua perbedaan dan kesalahpahaman? Mampukah Nina dan Tiara menemukan cara untuk saling memahami dan menghargai satu sama lain dalam perjalanan mereka menuju kebahagiaan sejati?