Nama yang Masih Kusimpan

Nama yang Masih Kusimpan

  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 2, 2026
Aira tidak menunggu pesan. Tidak berharap panggilan. Namun satu nama masih tersimpan rapi di ponselnya nama seseorang yang sudah pergi tanpa benar-benar berpamitan. Arsen bukan lagi bagian dari hidupnya, tapi entah kenapa, kenangan tentangnya menolak untuk ikut pergi. Di tengah rutinitas baru, tawa palsu, dan hari-hari yang terlihat baik-baik saja, Aira masih sering kalah oleh ingatan lama yang datang diam-diam. Ini bukan cerita tentang menunggu seseorang kembali. Ini cerita tentang seseorang yang berusaha melepaskan, tapi belum sepenuhnya siap kehilangan. Karena ternyata, move on bukan soal melupakan. Melainkan belajar hidup dengan nama yang masih kusimpan meski tak lagi bisa kupanggil.
All Rights Reserved
#20
pengorbanancinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (On Going)
  • Kembang Desa
  • Define the Relationship
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • NINGRUM
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EKSKALASI

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines