Sejak ayahnya pergi, dan ibunya sibuk dengan pekerjaannya, Hersa terkunci dalam keheningan yang ia ciptakan sendiri. Terkunci dalam penjara yang tak kasat mata dan terkunci dalam traumanya sendiri. Namun, skenario hidup berubah menjadi kacau saat silsilah keluarganya mulai diisi oleh nama-nama yang tidak pernah ia harapkan. Mereka terikat dalam status saudara tanpa setetes pun darah yang sama mengalir di nadi mereka. Bisakah mereka saling menyembuhkan? Ataukah malah membuat semuanya menjadi lebih kacau? :: Alurnya berjalan lambat, jika ada yang tidak menyukai tipe bacaan yang alurnya lambat, mohon dipikirkan kembali apabila ingin membaca.
More details