Update setiap Rabu dan Sabtu jam 7 malam ☺️
Max hanya ingin lulus kuliah tanpa menyusahkan orang tuanya.
Anak pertama dari keluarga sederhana, beasiswa penuh, dua jam perjalanan tiap hari dengan bus kota dan angkot. Di SMA, ia mantan ketua OSIS dan kapten futsal, tapi tidak pernah benar-benar punya "rumah" selain keluarganya sendiri.
Di kampus, Max berjanji pada diri sendiri: fokus kuliah, pulang cepat, jangan terseret macam-macam. Tapi pelan-pelan, ia justru mulai terlibat di banyak ruang kecil: menjaga stan jurusan, membantu acara himpunan, ikut ibadah organisasi kerohanian, masuk kelompok kecil, sampai turun ke desa untuk praktikum lereng.
Dari retakan di dinding kelas, dana snack yang "selisih sedikit", sampai keluarga yang kehilangan rumah karena longsor, mata Max dibuka pada satu kenyataan: masalah negeri ini tidak selalu dimulai dari berita besar, tapi dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dibiarkan.
Ini bukan kisah pahlawan yang sudah siap menyelamatkan negara.
Ini cerita tentang seorang mahasiswa biasa yang perlahan dipaksa bertanya:
sampai sejauh mana ia berani menanggung bukan hanya mimpinya sendiri,
tapi juga masa depan orang lain.
Todos los derechos reservados