Max - Retakan Negeri

Max - Retakan Negeri

  • WpView
    LECTURAS 63
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 28
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, mar 28, 2026
Update setiap Rabu dan Sabtu jam 7 malam ☺️ Max hanya ingin lulus kuliah tanpa menyusahkan orang tuanya. Anak pertama dari keluarga sederhana, beasiswa penuh, dua jam perjalanan tiap hari dengan bus kota dan angkot. Di SMA, ia mantan ketua OSIS dan kapten futsal, tapi tidak pernah benar-benar punya "rumah" selain keluarganya sendiri. Di kampus, Max berjanji pada diri sendiri: fokus kuliah, pulang cepat, jangan terseret macam-macam. Tapi pelan-pelan, ia justru mulai terlibat di banyak ruang kecil: menjaga stan jurusan, membantu acara himpunan, ikut ibadah organisasi kerohanian, masuk kelompok kecil, sampai turun ke desa untuk praktikum lereng. Dari retakan di dinding kelas, dana snack yang "selisih sedikit", sampai keluarga yang kehilangan rumah karena longsor, mata Max dibuka pada satu kenyataan: masalah negeri ini tidak selalu dimulai dari berita besar, tapi dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dibiarkan. Ini bukan kisah pahlawan yang sudah siap menyelamatkan negara. Ini cerita tentang seorang mahasiswa biasa yang perlahan dipaksa bertanya: sampai sejauh mana ia berani menanggung bukan hanya mimpinya sendiri, tapi juga masa depan orang lain.
Todos los derechos reservados
#306
anakpertama
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Petualangan Liar Nara
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • Ayyara & Abang Pras
  • Reinkarnasi Dan Memiliki Dua Suami
  • Unexpectedly Yours
  • Kesempatan Kedua Heraya
  • Bound by Him
  • DIEGO || transmigrasi seme (BxB)
  • ATMA FATAMORGANA

Di kota asalnya, Nara adalah anak kebanggan yang penurut. Namun, di bawah lampu kota besar, dia hanyalah seseorang yang penuh akan rasa penasaran. ​Jauh dari pengawasan orang tua, Nara menemukan bahwa perantauan bukan sekadar tentang mengejar gelar sarjana. Ini tentang setiap napas yang memburu di balik pintu kosnya, setiap sentuhan terlarang di sudut kampus, dan setiap rahasia yang ia simpan rapat-rapat dalam buku hariannya. ​Ini adalah perjalanan Nara. Berani, haus, dan tidak pernah menyesal.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido