Kasus Pembunuhan Kafe Asayuki

Kasus Pembunuhan Kafe Asayuki

  • WpView
    Reads 270
  • WpVote
    Votes 140
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Feb 28, 2026
{Asayuki Kafe Satsujin Jiken} TAMAT. Kafe Asayuki. Tempat yang dibangun untuk ketenangan, berubah menjadi titik mula sebuah kasus yang mengguncang kepolisian lokal. Seorang jurnalis asal Hachioji, ditemukan tewas di bilik kafe. Luka tusuk di leher sempat menyesatkan dugaan awal. Namun, pemeriksaan forensik mengungkap fakta penting: korban telah meninggal lebih dulu akibat racun yang disamarkan ke dalam kopi. Kepala Tim Divisi Satu memulai penyelidikan dari kafe dan orang-orang di dalamnya, termasuk seorang staf dapur dengan masa lalu kriminal yang pernah ia tangani. Namun, tidak ada jejak racun yang tertinggal di area kafe. Semakin dalam kasus diselidiki, semakin jelas bahwa kuncinya bukan hanya di tempat kejadian, tetapi juga di hubungan lama korban dengan seseorang yang terkait rahasia besar di masa lalu. Di tengah atmosfer damai Hakodate, Kepala Tim penyidik menyadari sesuatu bahwa kebenaran yang dibungkam bisa lebih berbahaya daripada racun itu sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ugly Ceo
  • Unfolding Secrets
  • Forever You [Completed]
  • Ndut.
  • Liebe, Chiara
  • Lencana Merah
  • FOOD VLOGGER [END]
  • KaiRidhaan (COMPLETED)
  • Mendadak Lupa Ingatan
  • AKAD (Full)
Ugly Ceo

Katanya Ceo zaman now itu tampan. Namun, Ceo tempatku bekerja rupanya begitu terbalik dengan cerita novel yang kubaca. Dia bukan CEO berwajah rupawan. Penampilan kuno. Bukan pemain perempuan. Pria yang tanpa banyak ekpresi. Namun, sangat ditakuti jika sudah bertindak. Mungkin anak kesayangan karena mama dari Pak Rizal selalu menitipkan makanan kepadaku untuk diberikan kepada putranya. Bukan langsung meminta tolong sekertaris Pak Rizal tetapi selalu menyuruhku yang seorang resepsionis ini karena Ibu Tika selalu terburu-buru pergi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines