Sejauh ini,Kami Bertahan (On Going)

Sejauh ini,Kami Bertahan (On Going)

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 2, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Sejauh ini,kami Bertahan adalah kisah tentang dua orang yang tidak selalu benar, tidak selalu kuat, dan tidak selalu tahu bagaimana cara mencintai dengan baik. Aisya Mahda dan Agung Samudra bertemu dengan luka masing-masing. Dalam perjalanan, mereka saling menyakiti-kadang tanpa sadar, kadang karena ego. Ada hari-hari penuh ragu, pertengkaran kecil yang membesar, salah paham, air mata, dan rasa lelah yang membuat bertahan terasa lebih sulit daripada pergi. Aisya tidak selalu menjadi pasangan yang mudah. Samudra pun sering kali gagal menjadi lelaki yang diharapkan. Mereka saling melukai. Saling membuat masalah. Saling kecewa. Namun entah mengapa, setiap kali ingin pergi, selalu ada alasan untuk tetap tinggal. Buku ini tidak menjanjikan cinta yang sempurna. Ia hanya bercerita tentang dua orang yang belajar memahami, belajar memaafkan, dan memilih bertahan-bukan karena tidak ada pilihan lain, melainkan karena hati masih mau berjuang.
All Rights Reserved
#581
ketulusan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines