
Naera berhadapan dengan salah satu rider utama geng tersebut, bukan ketuanya. Kemenangan dan keputusan Naera setelah balapan justru membuka pintu ke masalah yang lebih besar: wilayah, ego, dan aturan tak tertulis di dunia yang ia pilih sendiri. Di balik layar, ada satu sosok yang belum turun tangan—ketua geng motor yang misterius, pendiam, dan memegang kendali tanpa perlu terlihat. Ia mengamati Naera dari jauh, membiarkan benturan kecil terjadi, menilai caranya bergerak, berbicara, dan mengambil risiko. Semakin Naera melangkah jauh, semakin ia sadar bahwa keberaniannya menarik perhatian yang salah—atau mungkin yang tepat. Konflik yang awalnya soal mesin dan geng berubah menjadi tarik-ulur kekuasaan, batas wilayah, dan perasaan yang tumbuh di tengah bahaya. Kedekatan Naera dan sang ketua geng tidak datang cepat. Mereka saling bertabrakan lebih dulu—ego, prinsip, dan cara hidup. Hingga sebuah konflik besar memaksa mereka berada di sisi yang sama, membuat jarak berubah jadi ketergantungan.All Rights Reserved
1 part