Story cover for ATHALLA [On Going] by Agliogy
ATHALLA [On Going]
  • WpView
    Reads 495
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 495
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 10
Complete, First published Jan 02
Mature
2 new parts
⚠️⚠️

‼️BxB‼️‼️ BL‼️

Keluarga Athalla dan Arsenio kembali.

Bukan sekadar kembali-mereka datang dengan kekuatan yang jauh lebih besar.
Bisnis makin berjaya, nama mereka makin disegani, dan ikatan keluarga makin solid.
Namun, di balik kemewahan dan senyum kemenangan, bayangan gelap mulai bergerak.
Semakin tinggi mereka berdiri, semakin banyak mata iri yang mengincar untuk menjatuhkan.

Masalahnya... sekarang ada satu titik terlemah sekaligus paling berharga.
Seorang bayi.
Buah cinta Viken dan Vicky.
Our precious baby omega-yang keberadaannya tak hanya membawa kebahagiaan, tapi juga ancaman.

SEQUEL  "VICK"
All Rights Reserved
Sign up to add ATHALLA [On Going] to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Kita Bersama, Karena Dia Tidak Di Sini cover
SUAMI DESA - BL [BELUM SELESAI DI REVISI] cover
" Rahim Terlarang: Kutukan Leluhur & Nafsu Dunia " cover
Fake girl? I love you!! cover
Suami Pak Kades🏡 [END] cover
Kontrakan Pak Umar [Tamat] cover
Mas Sena & Dek Kafka cover
before you go [Tamat]✔ cover
BATAS SUCI cover
Ke-Gep cover

Kita Bersama, Karena Dia Tidak Di Sini

24 parts Ongoing

Dari semua hal yang pernah Riki bayangkan tentang masa depan, menikahi seorang pria jelas bukan salah satunya. Namun pagi ini, ia berdiri di depan cermin, mengenakan jas pengantin, dengan tangan yang dingin dan detak jantung yang tak karuan. Di luar sana, bunga-bunga telah disusun, musik pernikahan siap diputar, dan semua orang menunggu ia mengucapkan janji. Riki tertawa pahit. Bukan karena hari ini lucu, tapi karena kenyataan ini terlalu aneh untuk bisa ia tangisi. Ia tidak gay. Tidak pernah. Dan tidak akan. Tapi di sinilah ia, dalam pilihan yang tak pernah ia minta, hanya karena satu nama: Bella. Ia mencintainya. Dengan tolol. Dengan tulus. Dan perempuan itu... dengan mata bening dan suara lirih, menyodorkan keputusan paling gila dalam hidupnya. "Bantu aku... Nikahi dia. Gantikan aku, Riki." Begitu katanya. Sesederhana itu. Seolah menikah bukan perkara hidup-mati. Seolah hati Riki bukan sesuatu yang bisa pecah. Dan lebih gilanya lagi, Riki mengangguk. Kini, Riki mulai bertanya-tanya... Bagaimana jika kebahagiaannya memang tidak ada dalam rencana yang ia buat sendiri?