Kita Bersama, Karena Dia Tidak Di Sini
24 parts Ongoing Dari semua hal yang pernah Riki bayangkan tentang masa depan, menikahi seorang pria jelas bukan salah satunya.
Namun pagi ini, ia berdiri di depan cermin, mengenakan jas pengantin, dengan tangan yang dingin dan detak jantung yang tak karuan.
Di luar sana, bunga-bunga telah disusun, musik pernikahan siap diputar, dan semua orang menunggu ia mengucapkan janji.
Riki tertawa pahit.
Bukan karena hari ini lucu, tapi karena kenyataan ini terlalu aneh untuk bisa ia tangisi.
Ia tidak gay. Tidak pernah. Dan tidak akan. Tapi di sinilah ia, dalam pilihan yang tak pernah ia minta, hanya karena satu nama: Bella.
Ia mencintainya. Dengan tolol. Dengan tulus.
Dan perempuan itu... dengan mata bening dan suara lirih, menyodorkan keputusan paling gila dalam hidupnya.
"Bantu aku... Nikahi dia. Gantikan aku, Riki."
Begitu katanya. Sesederhana itu. Seolah menikah bukan perkara hidup-mati. Seolah hati Riki bukan sesuatu yang bisa pecah.
Dan lebih gilanya lagi, Riki mengangguk.
Kini, Riki mulai bertanya-tanya...
Bagaimana jika kebahagiaannya memang tidak ada dalam rencana yang ia buat sendiri?