Enjelia Queen Arzilaa

Enjelia Queen Arzilaa

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 23, 2026
Lia percaya satu hal- cinta itu seperti lautan. Semakin besar ombaknya, semakin dekat ia pada tujuan. Dan Leo... adalah badai yang tak pernah ingin ia taklukkan. Sebagai ratu sekolah, Lia terbiasa mendapatkan segalanya. Tapi tidak dengan Leo, ketua basket dingin yang bahkan tak pernah menganggapnya ada. Namun, semakin Lia berjuang, semakin ia terseret lebih dalam. Bukan hanya pada perasaan... tapi juga pada luka yang selama ini disembunyikan Leo. Di balik sikap dingin itu, ada cerita yang tak pernah selesai. Dan di antara mereka, ada orang-orang yang juga sedang berjuang dengan arti "rumah", "perbandingan", dan "tempat pulang". Karena pada akhirnya... tidak semua cinta lahir dari hati. Beberapa tumbuh dari luka, kebiasaan, dan cara seseorang bertahan. Apakah Lia akan sampai ke "daratan"? Atau justru tenggelam di lautan yang ia ciptakan sendiri? ♡♡♡ Gimana? Siap baca ceritanya? Cerita ini penuh dengan luka, sama dengan covernya 💗 Diwajibkan komen, dan vote ya.. karena itu semangat buat author oke 😊⛅ SELAMAT MEMBACA 👩‍💻 ☠DILARANG KERAS PLAGIAT ☠
All Rights Reserved
#56
cerita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Define the Relationship
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • EKSKALASI
  • NINGRUM
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • Nakula
  • Almost Married (On Going)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines