Crimson vow [END]

Crimson vow [END]

  • WpView
    Reads 2,724
  • WpVote
    Votes 114
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2026
Maheva Aryasatya seorang pria dengan tinggi yang mencapai 190 sentimeter sudah cukup untuk menciptakan bayangan hitam yang mengintimidasi siapa pun di hadapannya. Di dunia bawah tanah yang kelam, nama itu adalah sinonim dari malaikat maut. Ia tidak butuh banyak bicara; rahangnya yang tegas dan sorot mata sedingin es adalah peringatan terakhir sebelum nyawa seseorang melayang. Bagi Maheva, kesetiaan adalah harga mati. Ia dikenal tanpa ampun terhadap pengkhianat. Siapa pun yang berani bermain di belakangnya tidak akan pernah menemukan jalan pulang-hanya ada ujung belati atau moncong senjata yang menanti sebagai sapaan terakhir. Ia adalah mesin pembunuh sempurna yang tidak memiliki ruang untuk belas kasihan, apalagi cinta. Namun, malam itu seharusnya menjadi misi rutin lainnya. Sebuah target sederhana, sebuah tarikan pelatuk, dan urusan selesai. Siapa sangka, di balik bidikan lensanya, ia justru menemukan sosok gadis yang menjadi teka-teki terbesar dalam hidupnya. Gadis yang tampak rapuh namun menyimpan misteri sedalam samudra.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heir Without Blood
  • S Di Antara Dua N
  • The Character Who Was Meant to Die
  • Help, I'm a Zombie!
  • Married Secret (Fattqeel)
  • SWITCH
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)
  • INTERLUDE WIFE [ ISTRI SELINGAN ]
  • Force to Marry the Devil

SON OBSES DADDY "Ikuti aku dan jadilah anakku" Di dunia yang dibangun oleh kekuasaan dan darah, nama lebih berarti daripada belas kasihan. Darion Raze Virelli adalah pria yang tidak pernah percaya pada keluarga, hanya pada kekuasaan dan kendali. Dunia bawah mengenalnya sebagai sosok dingin tanpa kelemahan. Sampai suatu malam, ia membawa pulang seorang anak yang seharusnya ia abaikan. "Untuk apa aku harus ikut dengan pembunuh sepertimu?" Rafael, satu-satunya orang yang ia izinkan menyandang nama Varelli. "Setidaknya hidup dengan pembunuh lebih baik daripada hidup di lingkungan pembunuh" . . .

More details
WpActionLinkContent Guidelines